Breaking News:

Demo Tolak Omnibus Law

Mahasiswa Gelar Aksi Demo Sebrang Istana Bogor, Wali Kota Bima Arya Datang Tapi Hanya Nonton Saja

Kelompok mahasiswa yang melakukan aksi demontrasi siang hari bergeser menuju gedung DPRD Kota Bogor.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor, Bima Arya saat menonton aksi demo mahasiswa yang menolah pengesahan UU Cipta Kerja 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyempatkan diri untuk memantau jalannya aksi demo mahasiswa di sebrang Istana Bogor.

Seperti diketahui aksi demontrasi di depan Istana Bogor terjadi dua kali.

Kelompok mahasiswa yang melakukan aksi demontrasi siang hari bergeser menuju gedung DPRD Kota Bogor.

Setelah kelompok mahasiswa yang pertama melakukan aksi kemudian datang kembali kelompok mahasiswa lainnya yang juga melakukan aksi di Sebrang Istana.

Namun demonstrasi yang kedua hanya diizinkan dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman.

Demonstrasi yang dilaksanakan menjelang sore hingga malam itu sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan petugas gabungan yang berjaga.

Namun, Wali Kota Bogor Bima Arya yang saat itu berada disekitar lokasi aksi hanya menonton di dekat petugas keamanan.

Bima Arya sempat melakukan komunikasi dan kordinasi dengan petugas yang berjaga.

Taklama setelah itu perwakilan mahasiwa diizinkan untuk melakukan pernyataan sikap dari depan Istana Bogor.

Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota terlihat mendampingi para mahasiswa dan ikut mengamankan aksi tersebut.

Setelah membacakan pernyataan sikap mahasiwa kembali bersalaman dengan petugas TNI-Polri dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Menurut para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung 2 yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa yang juga dihadiri oleh para perwakilan buruh menyatakan bahwa Omnibus Law adalah undang-undang baru yaang keberadaannya mengamandemen beberapa undang-undang.

"Merujuk itu mahasiswa Cipayung Bogor dari berbagai organisasi mahasiswa memutuskan  melakukan aksi sebagai upaya penolakan Omnibus Law yang dinilai tidak pro terhadap rakyat dan tidak mengakomodir semua eleme," kata perwakilan aksi di depan pintu istana.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved