Breaking News:

Demo Tolak Omnibus Law

Haris Azhar Kecewa Mahasiswa Ditangkap Polisi Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja: Tragedi Hukum Terburuk

Haris Azhar mengaku kecewa dengan penangkapan para mahasiswa yang demo. Ia menyebut ini sebagai tragedi hukum terburuk di Indonesia.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Damanhuri
Kompas TV
Haris Azhar soal Omnibus Law 

"Yaitu petani, buruh, nelayan, masyarakat adat yang mengelola hutan, kebun dan lain-lain, dan juga anak-anak muda," tuturnya.

Viral Video Wanita Ngaku Selingkuhan Anggota DPR, Ancam Ini Bila Tetap Dukung Omnibus Law

Krisdayanti Dukung Omnibus Law, Mantan Istri Anang Belum Paham Dampak Cipta Kerja Bagi Buruh ?

Ia juga mengatakan, para anak muda ini tidak mendapat jaminan bahwa mereka akan membaik di sisi pekerjaan dari UU Cipta Kerja tersebut.

"Yang dijual hanya membuka lapangan pekerjaan, dari zaman kuda masih akrab sama badak juga persoalan pekerjaan juga persoalan yang sering muncul," kata dia.

"Artinya memang negara hadir untuk menciptakan itu, tapi bukan dengan cara nih dikasih pekerjaan, buka lowongan, tetapi sebetulnya mereka diperbudak, tetapi keuntungan besarnya itu lari ke kelompok-kelompok tertentu saja yang sebetulnya jumlahnya minoritas," tegas Haris Azhar.

Kemudian, Haris Azhar juga mengatakan kalau dirinya tidak melihat bagaimana upaya pemulihan itu didukung oleh negara.

"Yang justeu ada sekarang seolah rebutan, saya juga bingung nih kepala daerah kok gak ada yang ngamuk, kenapa? Kepala-kepala daerah izinya diambil semua di pusat," ujarnya heran.

"Ini kan semua pusat, kewenangan KKP di pulau-pulau kecil pesisir, lalu hutannya diambil oleh KLHK, ruangnya daerah enggak ada, daerah nanti hanya akan dijadikan centeng yang mendapat perintah tetesan dari pusat, Anda harus amankan ini itu," bebernya.

Menurutnya, pengurusan izin usaha hanya diberikan 30 hari, kalau 30 hari daerah tidak bisa melaksanakan, maka tidak memiliki opsi untuk menolak, tapi diambil alih oleh pusat.

"Jadi ini sentralisasi, ini balik lagi ke zaman orde baru, semua ada di istana, mereka yang menentukan, atas nama kita butuh lapangan pekerjaan, lalu diciptakanlah seperti ini," katanya.

Hal itu lah yang menurut Haris Azhar membuat para masyarakat tekor.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved