Breaking News:

Tanggapi UU Cipta Kerja, Forum Rektor Indonesia Menilai DPR RI Terlalu Cepat Melakukan Pengesahan

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof. Dr. Arif Satria mengatakan bahwa dorongan investasi untuk penyediaan lapangan kerja dapat menjadi solusi .

Istimewa
Rektor IPB University Dikukuhkan Jadi Ketua Forum Rektor Indonesia 2020 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof. Dr. Arif Satria mengatakan bahwa dorongan investasi untuk penyediaan lapangan kerja dapat menjadi solusi atas masalah bertambahnya angkatan kerja baru sekitar 2,5 juta orang per tahun dan adanya sekitar 5 juta pengangguran baru.

Upaya mendorong investasi ini perlu diikuti dengan penyederhanaan perijinan, penguatan dan kepastian hukum, dan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, perlindungan rakyat, dan kedaulatan bangsa dalam berbagai aspek.

"Di sinilah semangat perlunya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dapat dimengerti," kata Arif Satria dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10/2020).

Namun persoalannya, kata dia, adalah jumlah peraturan perundangan yang diintegrasikan menjadi satu RUU Cipta Kerja ini cukup banyak.

Sehingga menimbulkan kompleksitas tersendiri baik dari segi substansi maupun dari segi hukum.

"Seyogyanya, upaya tersebut dilaksanakan dengan lebih hati-hati dengan memperluas partisipasi publik, melibatkan lebih banyak ahli, dan dilakukan dalam waktu yang tepat," kata pria yang juga menjabat sebagai Rektor IPB University ini.

Hal ini menurutnya sangat penting untuk menghindari salah pengertian terhadap tujuan dan substansi RUU tersebut, sekaligus menghindari adanya kecurigaan yang berujung pada penolakan-penolakan.

Namun, ternyata pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini malah dilakukan lebih cepat.

"Namun demikian, ternyata pengesahan RUU Cipta Kerja oleh DPR RI dilakukan lebih cepat dari dugaan banyak pihak, di saat masih tajamnya perbedaan pendapat di kalangan masyarakat dan suasana pandemi Covid-19. Akibatnya berbagai aksi penolakan pengesahan UU Cipta Kerja bermunculan," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved