Penanganan Covid

Penerbangan Paling Terdampak Akibat Covid-19, Menhub Optimis Transportasi Udara Akan Segera Pulih

Budi Karya mengungkapkan transportasi udara memang paling terdampak pandemi Covid-19 dibandingkan transportasi darat dan laut.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Menteri Perhubungan, Budi Karya Soemadi saat mengecek progres runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sektor penerbanganmerupakan industri yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19.

Namun Menteri Perhubungan (Menhub)  Budi Karya Sumadi mengaku optimistis industri penerbangan akan terus mengalami peningkatan jumlah penumpang.

Budi Karya mengungkapkan transportasi udara memang paling terdampak pandemi Covid-19 dibandingkan transportasi darat dan laut.

Padahal, menurut Budi, menggunakan moda transportasi udara (pesawat) lebih aman dibandingkan moda transportasi lain.

Menurutnya, dalam kabin pesawat sirkulasi udara cukup sehat karena ada high efficiency particulate air
(HEPA) filter yaitu penyaring udara yang setara ruang isolasi di rumah sakit.

Pergantian udaranya cukup cepat yakni hanya dua hingga tiga menit.

"HEPA filter itu menjamin pesawat itu lebih aman (terhadap Covid-19). Pesawat-pesawat modern hampir semuanya sudah menggunakan HEPA," kata Budi Karya dalam wawancara eksklusif dengan Tribun Network, di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Selain berbicara mengenai industri penerbangan, Budi juga menjelaskan bagaimana Kementerian Perhubungan menyiapkan pola pendistribusian vaksin ke seluruh wilayah Indonesia.

"Kementerian Perhubungan berperan dalam skenario membawa vaksin dari luar negeri ke Indonesia, kemudian ke ibu kota provinsi, selanjutnya ke wilayah kota/kabupaten. Kami sudah mempersiapkan template-nya," kata dia.

Berikut petikan wawancara Tribun Network bersama  Budi Karya Sumadi.

Bagaimana Kemenhub menjaga moda transportasi udara tetap survive di tengah pandemi yang belum ketahuan ujungnya?

Jujur, transportasi udara mengalami masalah. Karena industri tersebut high cost (biaya tinggi), mulai biaya leasing (sewa pesawat), bahan bakar, gaji pegawai yang tinggi, sehingga membuatnya jadi berat.

Maskapai penerbangan di Indonesia punya keinginan melakukan kegiatan secara maksimal.

Namun tampaknya masyarakat belum ingin bergerak, sehingga kami ajak teman-teman di dunia penerbangan melakukan upaya sosialisasi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved