Demo Tolak Omnibus Law

Jelang Demo Buruh Besar-Besaran Cibinong Bogor, 5 Truk Dalmas Aparat dan 1 Water Canon Disiagakan

Selain itu, pintu gerbang di depan kantor Bupati Bogor saat ini sudah ditutup dan para lalu lintas pegawai pemda dialihkan ke pintu gerbang lain.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM/NAUFAL FAUZY
Jelang aksi unjuk rasa besar-besaran di Cibinong, Kabupaten Bogor, ratusan aparat disiagakan di depan Kantor Bupati Bogor, Jumat (16/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Jelang aksi unjuk rasa besar-besaran di Cibinong, Kabupaten Bogor, ratusan aparat disiagakan di depan Kantor Bupati Bogor, Jumat (16/10/2020).

Pantauan TribunnewsBogor.com, aparat polisi sebanyak 4 truk dalmas dan 1 truk dalmas Satpol PP disiagakan di depan Kantor Bupati Bogor.

Satu unit truk water canon juga tampak disiagakan di lokasi.

Terpantau sejumlah aparat polisi dia ntaranya disiagakan dengan seragam anti huru haranya.

Selain itu, pintu gerbang di depan kantor Bupati Bogor saat ini sudah ditutup dan para lalu lintas pegawai pemda dialihkan ke pintu gerbang lain.

Diketahui, sebanyak sekitar 20 ribu orang buruh bakal memadati Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Jumat (16/10/2020) siang ini.

Mereka akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran terkait penolakan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja.

"Sepakat aliansi melakukan aksi yang kedua tanggal 16 - 17 Oktober 2020. Titik kumpulnya di Pemda (Bogor). Inya Allah kita semua sepakat damai dan diawali dengan salat Jumat berjamaah," kata Juru Bicara Serikat Pekerja Kabupaten Bogor, Sukmayana kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Hal ini disepakati setelah perwakilan para buruh Kabupaten Bogor melakukan pertemuan dengan Bupati Bogor, Kapolres Bogor dan Dandim 0621 di Pendopo Bupati.

Sukmayana mengatakan bahwa aksi awal salat Jumat berjamaah di Masjid Baitul Faidzin ini hanya akan diwakili oleh 500 orang buruh atas pertimbangan terkait pandemi Covid-19.

"Jadi yang 20 ribu itu insya Allah aksi yang berduyun-duyun datang ke Pemda. Kalau yang salat Jumat, karena kami tidak mau menyalahi protokol kesehatan, akhirnya kita sepakat dengan Muspida karena kapasitas masjid terbatas, kami hanya diberikan izin kurang lebih 500 jamaah dari buruh yang melaksanakan salat Jumat berjamaah," ungkapnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved