Didesak Mundur, Kapolri Ngaku Bersedia Jika Diperintah Langsung Prabowo: Kapan Aja Siap

Merespons desakan mundur, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa keputusan tersebut berada di tangan kepala negara.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Muamaruddin Irfani
KAPOLRI DIDESAK MUNDUR - Kapolri Jenderal Listyo Sigit respons terkait desakan dari masyarakat untuk mundur, Sabtu (30/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKANMADANG - Aksi unjuk rasa berujung anarkis saat ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Di tengah situasi yang memanas, mencuat isu desakan dari masyarakat meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mundur dari jabatannya.

Meresnpons hal tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa keputusan tersebut berada di tangan kepala negara.

Hal itu dikatakannya usai menghadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

"Yang menyangkut dengan Kapolri itu hak prerogatif presiden," ujarnya di kawasan Hambalang Bogor, Sabtu (30/8/2025).

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, sebagai seorang prajurit, ia akan mematuhi instruksi dari pimpinan tertingginya yakni presiden.

"Kita prajurit, kapan aja siap," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved