Kisah Bocah Dianiaya hingga Tak Diberi Makan saat Orangtua Dipenjara, Kini Trauma: Sering Minta Maaf
Bocah 4 tahun di Medan, Sumatera Utara mengalami trauma setelah diperlakukan kasar saat tinggal bersama paman dan bibinya.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
Hingga akhirnya polisi mengevakuasi bocah tersebut.
Kepada polisi, bocah tersebut mengaku belum makan apapun sejak pagi hingga malam hari.
Balita itu kemudian diberi makan dan dibawa ke puskesmas untuk menjalani perawatan.
Sementara paman dan bibinya diinterogasi oleh pihak kepolisian.
Berdasarka hasil pemeriksaan, bocah itu sudah tinggal bersama paman dan bibinya selama kurang lebih tiga bulan.
Baca juga: Pria Cekcok dengan Istri Ujungnya Malah Aniaya Kakek, Pelaku Merasa Dipelototi Korban
Baca juga: Anak Aniaya Ayah dan Ibu karena Tak Diizinkan Kerja di Luar Kota, Menyesal Setelah Korban Terkapar
Polisi lantas menetapkan keduanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan.
"Tersangka sudah ditangkap, diperiksa. Mereka mengakui perbuatannya. Itu paman dan bibinya. Hasil tes, keduanya tidak narkoba," kata Yasir.
Kepada polisi, keduanya mengakui telah menganiaya korban. Mereka mengaku geram karena bocah berusia 4 tahun itu sering kencing dan buang air besar di celana.
"Alasan penganiayaan, mereka marah saja sama anak itu, karena perilakunya. Anak itu sering kencing dan berak di celana. Pengakuan si anak, dia kadang tak dikasih makan," kata Yasir.
Trauma
Setelah kerap dianiaya, balita itu tak sekadar mengalami luka lebam di tubuhnya.
Namun balit itu juga seolah mengalami ketakutan berlebihan dan sering meminta maaf.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kompol Yasir Ahmadi.
"Memang dia sedikit fobia. Dikit-dikit minta maaf. 'Minta maaf ya Om, minta maaf ya Om'. Gitu lah. Kalau komunikasi oke, lancar. Cuma dia sering minta maaf," ujar Yasir saat dihubungi, Senin (26/10/2020).
Kini, kondisi bocah 4 tahun itu dikabarkan mulai membaik, hanya saja masih trauma.