Breaking News:

Modus Transfer Ilmu, Dukun Cabul Ini Setubuhi 7 Istri Jamaahnya, Suami Korban: Ternyata Dia Ditiduri

Dukun Cabul Setubuhi 7 Istri Jamaahnya, Korban Sampai Rela Temui Pelaku Tanpa Ditemani Suami.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
net
Ilustrasi dukun 

Dalam melancarkan aksinya, pelaku menggunakan dalil agama untuk melakukan pendekatan kepada keluarga korban.

Kemudian pelaku IAK meyakinkan korbannya bahwa mampu melakukan terapi penyembuhan.

AJ pun percaya dengan tipu daya pelaku, mengingat ia bersama suami korban lainnya yang berasal dari Gresik ini sering berdzikir bersama dengan pelaku.

Hal ini membuatnya semakin mantap mempercayai perkataan pelaku.

Namun, alih-alih mengobati penyakit yang diderita istrinya, IAK malah melakukan aksi bejat dengan meniduri istri AJ di dalam kamar.

Ini terjadi di dalam ruangan pengobatan yang berada di Surabaya.

Selama proses penyembuhan, total sudah empat kali IAK meniduri istri AJ.

“Jadi tangan istri saya itu dipegang, kemudian jidatnya ditepuk sekali langsung nurut,” papar AJ.

Para korban sudah melaporkan IAK yang tidak diketahui keberadannya.

IAK memiliki tiga alamat, pertama di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, kemudian di Kapasan, Kota Surabaya dan Malang.

Baca juga: Cerita Gadis Nyaris Terpikat Modus Dukun Cabul Hasilkan Uang Rp 20 Miliar, Ritual 5 Malam di Kamar

Baca juga: Bukan Diobati, Dukun Cabul Ini Malah Gagahi Empat Pasiennya Wanitanya

Meski sulit dihubungi, tetapi IAK masih aktif di media sosial Facebook.

“Status yang dibuat di Facebook itu menyindir kami,” pungkas AJ.

AJ mengaku sudah memenuhi panggilan Polres Gresik.

Ia berharap agar polisi segera menangkap IAK.

“Kami sudah dipanggil polisi, total ada tujuh orang,” paparnya.

Modus Transfer Ilmu dengan Berhubungan Intim

Suami berinisial M warga Kecamatan Kebomas, Gresik ini mengeluarkan segala uneg-unegnya atas musibah yang menimpa istrinya.

M tidak sendiri, empat temannya mengalami nasib serupa.

"Saya dengar sekarang laporan saya di Polda dilimpahkan ke Polres Gresik."

"Saya minta polisi cepat menangkap sebelum dia kabur dan banyak korban lagi," ucap M, Senin (14/9/2020).

M menceritakan kondisinya saat ini, ia berusaha berdamai dengan keadaan.

Ia tidak menyangka, pelaku berinisial IAK itu tega menyetubuhi istrinya yang sedang sakit berulang kali.

Total empat kali, istrinya ditiduri pelaku.

"Setelah mengaku, disetubuhi di kamar rumah, sama tempat pelaku di Surabaya," terangnya.

Padahal hubungan M dengan pelaku adalah guru dan murid.

Mereka selalu mengaji bersama dan berdzikir.

Hingga dia menganggap bahwa pelaku orang pintar mampu menyembuhkan penyakit.

Pembawaan pelaku yang tampak agamis itu membuatnya percaya.

Ketika itu, istrinya mengeluh sakit, pelaku datang dan melakukan dzikir bersama di rumah.

M pun dimintai tolong ibunya, ia meninggalkan istri dan pelaku beserta temannya yang sedang berdzikir.

"Ternyata di dalam kamar istri saya ditiduri," kata dia.

Kemudian, istrinya yang bekerja di salah satu perusahaan di Gresik pun izin kepadanya untuk berobat ke rumah pelaku di Surabaya.

M curiga, sebagai suami ia tidak dimintai tolong.

Setelah pulang dari Surabaya, ia mengecek handphone istrinya dan menemui banyak panggilan keluar dari pelaku dan chat WhatsApp yang tidak senonoh.

"Istri saya ngaku, tapi pelaku ini malah tidak mengaku."

"Ngakunya transfer ilmu penyembuhan penyakit dengan berhubungan badan," kata dia.

Saat itu, pelaku sulit dihubungi.

Ia pun menceritakan peristiwa pilu kepada teman-temannya.

Ternyata, mereka mengalami hal yang sama.

Istrinya ditiduri pelaku dengan alasan pengobatan.

"Ada empat orang teman saya istrinya ditiduri pelaku," tutupnya.

Sementara itu, proses penyelidikan kasus dukun cabul telah ditangani oleh Satreskrim Polres Gresik.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Gresik, AKP Bambang Angkasa belum bisa berbicara banyak.

"Saya cek dan konfirmasi dulu ya," pungkasnya.

Korps Bhayangkara telah melakukan pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengatakan jika beberapa hari lalu pelimpahan berkas dari Polda Jawa Timur sudah diterima.

Pihaknya langsung tancap gas memanggil sejumlah korban.

“Masih dalam penyelidikan, yang jelas kami sudah meminta keterangan dari para korbannya,” tutupnya.

Ketujuh korban ini melaporkan aksi bejat pelaku ke Mapolda Jawa Timur pada tanggal 5 september lalu.

Mengingat lokasi pencabulan di berbagai tempat, mulai kediaman korban, hingga tempat praktik pengobatan yang ada di Surabaya.

(TribunnewsBogor.com/SURYAMALANG.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved