Breaking News:

Kapolres Bogor Dicopot Diduga Karena Kerumunan Massa Habib Rizieq di Puncak, Pemkab Ikut Ditegur?

Hal itu diduga karena mereka dinilai tak mampu mengendalikan kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19 ini.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan saat ditemui TribunnewsBogor.com di Cibinong, Rabu (18/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kerumunan massa yang menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab di Simpang Gadog, Puncak Bogor pada Jumat (13/11/2020) lalu diduga jadi penyebab pencopotan Kapolres Bogor dan Kapolda Jawa Barat.

Hal itu diduga karena mereka dinilai tak mampu mengendalikan kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19 ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan Satgas Covid-19-nya kini juga disibukan dengan evaluasi pembahasan terkait kerumunan simpatisan imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui pasti apakah Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor juga mendapat teguran pasca kerumunan massa di Puncak Bogor itu.

"Saya belum tahu ini, mungkin nanti sama Bupati lah ketua Satgas-nya," kata Iwan Setiawan kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (18/11/2020).

Dia menjelaskan bahwa banyaknya kerumunan massa simpatisan Habib Rizieq di Puncak Bogor saat itu tidak terprediksi.

Terlebih, informasi yang didapat terkait acara itu hanyalah agenda Jumatan Habib Rizieq di Markas FPI, Puncak Bogor dan memang tak ada izin.

"Tidak ada surat dari pihak panitia, gak ada. Apakah itu (kerumunan massa) di dalam agenda Jumatan atau di luar agenda Jumatan, karena ini judulnya Jumatan, kalau Jumatan gak perlu ada izin. Kecuali tabligh akbar, itu diatur 150 orang. Karena ini judulnya jumatan jadi harus didiskusikan dulu," ungkapnya.

 
 

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved