Jangan Salah, Ini Beda Zukini dan Timun dari Segi Rasa hingga Kegunaan pada Masakan

Zukini dan timun adalah buah yang sering dimanfaatkan sebagai bahan masakan atau pendamping makanan. 

Tayang:
Editor: Vivi Febrianti
(Dok. Shutterstock/mayer kleinostheim)
Ilustrasi zukini. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Zukini dan timun adalah buah yang sering dimanfaatkan sebagai bahan masakan atau pendamping makanan. 

Melansir Spoon University keduanya sering dianggap sama lantaran sekilas bentuknya tampak mirip. 

Namun demikian, karakter dan fungsi kedua buah ini berbeda.

Dilansir dari Masterclass, berikut perbedaan zukini dan timun:

Timun

Timun berasal dari India dan ditemukan di antara bagian utara Teluk Benggala dan Pegunungan Himalaya. Sekitar abad kedua Sebelum Masehi, timun mulai ditanam di Cina.

Beberapa penjelajah menanam timun di pulau-pulau yang mereka singgahi. Timun juga ditanam di Montreal dan Florida di Benua Amerika selama abad ke-15 dan ke-16.

Timun dengan nama latin Cucumis sativus ialah sayuran yang memiliki bentuk silinder, kulit berwarna hijau tua dan daging pucat.

Timun termasuk anggota keluarga tanaman labu yang juga dikenal sebagai cucurbitaceae.

Jika disentuh atau ditekan, timun umumnya keras, seperti lilin, dan dingin. 

Kebanyakan timun memiliki bagian luar yang bergelombang, meskipun beberapa varietas, seperti timun Lebanon, memiliki kulit yang halus.

Bagian dalam timun jika dibelah akan terlihat daging buah berwarna putih sedikit hijau pucat dan biji-biji di dalamnya terlihat jelas karena ukurannya yang cukup besar.

Rasa dari timun sendiri sangat ringan dan agak manis karena kandungan airnya yang tinggi.

Saat dimakan mentah, timun terasa renyah, sejuk, dan menyegarkan.

Jika dimasak, timun akan layu tetapi tetap agak renyah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved