Breaking News

VIDEO Viral Bocah Menjerit-jerit Minta Ampun, Ternyata Disiksa Ayah Tiri Karena Tugas Sekolah

Baru-baru ini viral di media sosial video seorang anak berteriak-teriak minta ampun.

Kompas.com
Ilustrasi/ Anak berteriak teriak minta ampun, ternyata disiksa ayah tiri. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Baru-baru ini viral di media sosial video seorang anak berteriak-teriak minta ampun.

Video tersebut diunggah akun Instagram @harycops_99, pada Kamis (3/12/2020).

Bocah 7 tahun bernasib malang itu diduga disiksa oleh ayah tirinya.

Dikutip TribunJakarta.com peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dalam video tersebut terdengar suara tangisan yang bersumber dari sebuah rumah.

Pria yang merekam video tersebut mengatakan, sang anak sering disiksa oleh orangtuanya.

Bahkan beberapa kali tetangga melihat anak itu tidak diperbolehkan masuk ke rumah, bahkan tidak diberi makan.

"Ayah! sudah...sudah...," teriak sang anak sambil menangis histeris.

Baca juga: Anak Dipukul Ayah Tiri karena Tak Bisa Kerjakan PR, Ibu Bereaksi Ini Demi Keutuhan Keluarga

Baca juga: Suami Lebih Perhatian ke Istri Pertama, Istri Siri Kesal Cari Perhatian Menganiaya Bayi Sendiri

Kembali dilansir dari Kompas.com, Polsek Pondok Gede telah menyambangi rumahnya yang disebut sebagai tempat kejadian itu.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, Iptu Santri Dirga mengatakan, benar telah terjadi kekerasan terhadap anak di tempat itu.

Santri Dirga kemudian membeberkan motif sang ayah tiri tega menganiaya bocah tersebut.

Rupanya karena masalah sepele, yakni korban tak mengerjakan tugas sekolah.

"Bapak ini sebelumnya sering mukulin anaknya karena tempramental. Anaknya dipukulin karena tidak mengerjakan PR," kata Dirga.

Bocah itu menderita luka di bagian paha dan kaki.

Namun, istri pria itu yang juga ibu anak tersebut, belum mau melaporkan tindakan suaminya ke polisi.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved