Heboh Pelangi saat Pemakaman Pengikut HRS di Puncak Bogor, BMKG : Itu Biasa Pembiasan Cahaya
Pemakaman jenazah diduga pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) di Megamendung, Puncak Bogor disambut kemunculan pelangi di langit.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Pemakaman jenazah diduga pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) di Megamendung, Puncak Bogor heboh dengan munculnya pelangi.
Video penampakan pelangi ini beredar di WhatsApp pada Selasa (8/12/2020) kemarin saat ke-6 jenazah yang tewas dalam insiden penyerangan di Tol Jakarta - Cikampek KM 50 masih berada di RS Polri.
Beberapa video yang beredar ini tampak direkam diduga oleh simpatisan HRS di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor.
"Menyambut para mujahid ini, hari ini dimakamkan di Markas Syariah," ucap pria perekam video diduga simpatisan HRS di salah satu video yang beredar.
Penjelasan BMKG
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko, Asep Firman menjelaskan bahwa kehadiran pelangi ini berasal dari pembiasan cahaya.
Apalagi di bulan Desember 2020 ini, kata dia, kondisi cuaca di wilayah Bogor sedang tidak menentu atau cepat berubah meski pun sudah masuk musim penghujan.
"Kejadian itu adalah hal yang biasa karena pelangi itu biasanya berasal dari pembiasan cahaya matahari melalui titik-titik air atau hujan," kata Asep Firman saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Rabu (9/12/2020).
Jadi, lanjut dia, ketika ada matahari dan di area lain turun hujan, pelangi muncul ketika matahari menyinari hujan yang turun tersebut.
"Dan pengamat yang membelakangi matahari itu akan melihat penampakan pelangi. Saat ini (cuaca) sedang tidak menentu, kadang hujan, kadang terang, kadang berawan," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/fenoma-pelangi-di-kawasan-megamendung-kabupaten-bogor.jpg)