Breaking News:

Hendak ke Tempat Wisata, Pelancong di Kota Bogor Harus Tunjukan Surat Negatif Rapid Test Anti Gen

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa kebijakan tersebut dikeluarkan untuk menyelaraskan dengan kebijakan di Jakarta dan Jawa Barat.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor bersama Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) dan juga Satgas Covid-19 Kota Bogor sepakat untuk menerapkan aturan untuk memperketat akses wisatawan untuk berwisata ke tempat-tempat wisata di Kota Bogor.

Mulai tanggal 24 Desember 2020 pelancong yang datang ke Kota Bogor dan berkunjung ke tempat wisata harus menunjukan surat negatif hasil rapid test anti gen.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa kebijakan tersebut dikeluarkan untuk menyelaraskan dengan kebijakan di Jakarta dan Jawa Barat.

"Ya agar semua pengunjung tempat wisata itu wajib untuk menunjukan surat keterangan hasil negatif uji rapid test anti gen atau swab pcr jadi anti gen atau swab atau pcr," katanya.

Bima mengatakan bahwa surat keterangan yang berlaku hanyalah surat keterangan rapid tes anti gen ataupun swab test pcr bukan rapid tes.

"Iya jadi rapid test tidak berlaku lagi," katanya.

Untuk masa berlaku surat keterangan tersebut kata Bima paling lama tiga hari dari waktu pelaksanaan tes.

Sehingga setelah melewati batas tiga hari dari pelaksanaan tes maka surat tersebut tidak berlaku.

"Jadi untuk tempat wisata pengunjungnya diminta untuk menunjukan surat keterangan hasil negatif rapid tes antingen atau swab pcr tiga hari sebelum keberangkatan gitu," katanya.

Untuk memastikan aturan tersebut berjalan dengan baik Pemkot Bogor bersama TNI-Polri dan Satgas Covid akan rutin melakukan pengawasan.

Sedangkan bagi wisatawannyang tidak memiliki surat keterangan rapid tes anti gen ataupun swab tes maka tidak diperbolehkan masuk tempat wisata di Kota Bogor.

"Sanksinya berlaku seperti kemarin,  dari mulai peringatan tertulis, denda sampai penutupan izin usaha," tegasnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved