Sosok Tunawisma yang Ditemui Risma Dipertanyakan, Rocky Gerung : Pengemis Jakarta Pintar Sandiwara
Rocky Gerung menganggap blusukan Risma di Jakarta beberapa hari lalu justru tak ada manfaatnya. Pasalnya menurut Rocky Gerung, pola kerja Risma sebag
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
Rocky Gerung tak memungkiri bahwa sosok Risma memiliki daya pikat yang kuat sebagai pejabat.
"Betul ibu Risma punya daya pikat, karena itu semua orang berkumpul kembali untuk mendengar suara ibu Risma," kata Rocky Gerung.
Hanya saja menurut Rocky Gerung, Risma kini belum bisa lepas dari gaya pencitraan.
Baca juga: Kembali Blusukan, Mensos Risma Ajak Warga Kolong Tol Pluit Usaha Pecel Lele
"Tapi akhirnya kita dapat satu poitn, kekuasaan itu hidup dengan pencitraan,
padahal ekonomi butuh kecerdasan, menghasilkan kebijakan di bidang sosial butuh kemampuan untuk membandingkan data antara wilayah,
bukan antar Thamrin dan Sudirman, " kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung menyarankan agar Risma bekerja di kantor tanpa melakukan blusukan lagi.
"Jadi sekali Ibu Risma sebaiknya udah masuk kantor jangan keluar kantor depan komputer, brif pejabatnya supaya ibu Risma ngerti apa itu publik policy di bidang social policy,
jangan ada publik policiy tapi gak ada social policy,
nah kita selalu mengalami dispartitas karena publik policy itu tidak dilantari social policy,
padahal keadilan sosial itu harus dipahami dulu baru bikin kebijakan politik," kata Rocky Gerung.
Baca juga: Risma Ungkap Perbedaan Bansos Tahun Ini dengan 2021, Bantuan Tidak dalam Bentuk Sembako
Namun konsep tersebut justru tak dilakoni oleh Risma saat menjabat sebagai Mentero Sosial.
Risma justru masih bekerja dengan gaya blusukan seperti saat menjadi Wali Kota Surabaya.

"Nah ini gak ada konsep dalam menemui orang di jalanan itu apa poinnya, itu,
bercakap juga semua orang juga bisa bertemu pengemis dan bercakap-cakap," kata Rocky Gerung.
Rocky Gerung juga mewanti-wanti agar Risma lebih teliti ketika blusukan.