Breaking News:

Fakta Baru Mahasiswa Dihabisi di Kontrakan, Pelaku Minta Uang Tebusan saat Korban Sudah Tewas

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan mahasiswa di Karawang. Korban diajak ke kontrakan lalu dihabisi. Jasadnya dibuang di areal persawahan.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS.COM/FARIDA
Polisi ungkap kasus pembunuhan mahasiswa di Karawang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus pembunuhan Mahasiswa di Karawang akhirnya terungkap.

Korban, Fathan Ardian Nurmiftah (18) tewas dihabisi tersangka Jhovi alias Jo (31).

Polisi telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan korban.

Kronologi

Jenazah Fathan ditemukan dalam kondisi dibungkus plastik dan dililit bed cover pada Rabu (13/1/2021).

Korban ditemukan di parit pesawahan Dusun Kecemek, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon.

Diketahui bahwa mulanya pada Minggu (10/1/2020), sekitar pukul 19.00 WIB, Fathan pamit kepada orangtuanya untuk pergi ke rumah teman akrabnya.

Baca juga: Terungkap Motif Pelaku Habisi Mahasiswa di Karawang, Korban Awalnya Diajak ke Tempat Ini

Namun ternyata Fathan bertemu dengan Jo dan Husain (21), yang baru dikenalnya selama satu pekan.

Fathan lantas diajak ke kontrakan Jo di Kampung Cilalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Karawang.

Setibanya di kontrakan, hanya Jo dan Fathan yang masuk.

Sementara Husain menunggu di luar.

Misteri mayat terbungkus kasur di Karawang mulai terkuak.
Misteri mayat terbungkus kasur di Karawang terkuak. (Tribun Jabar/Cikwan Suwandi)

Di dalam kontrakan tersebut sempat terjadi perdebatan.

Jo kesal dengan Fathan yang tak kunjung menepati janji untuk memberi utang atau uang pinjaman.

"Ada perkataan korban yang menyinggung, tersangka (Jo) kemudian memukul Fathan sekali," ujar Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra saat memberikan keterangan pers di Mapolres Karawang, Jumat (15/1/2021).

Saat itu Jo membenturkan kepala Fathan ke tembok.

Baca juga: Berawal dari Video Call Berakhir Tragis, Warga Sewon Bantul Serang Teman Diduga karena Tersinggung

Korban juga sempat dicekik pelaku.

"Beberapa waktu kemudian (Fathan) meninggal dunia," kata Rama.

Kemudian Husain yang sejak awal menunggu di luar masuk ke dalam kontrakan.

Keduanya memastikan bahwa Fathan sudah tidak bernyawa.

Mayat Terbungkus Kasur Ditemukan di Tersier Sawah Desa Bayur Kidul Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang.
Mayat Terbungkus Kasur Ditemukan di Tersier Sawah Desa Bayur Kidul Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang. (Istimewa/TribunJabar)

Husain lantas membantu Jo mengikat kedua tangan dan kaki Fathan.

Tubuh korban dibuat dalam posisi bungkuk dan dililit plastik dan bed cover.

Minta tebusan

Pada Senin (11/1/2021), Jo kemudian mengirimkan pesan dengan menggunakan nomor Fathan kepada keluarganya korban.

Jo meminta uang tebusan Rp 400 juta, apabila keluarga ingin Fathan selamat.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Sadis di NTT, Pelaku Sembunyikan Potongan Tubuh Korban dalam Gua

Jo pun mengirim nomor rekening atas nama Husain.

"Posisinya korban sudah meninggal," kata Rama.

Rama mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait uang tebusan tersebut.

Namun ia memastikan kartu ATM korban dalam penguasaan Jo.

Pada Selasa sekitar pukul 24.00 WIB, Jo, Husain dan Rio membawa jasad Fathan ke Cilamaya menggunakan mobil minibus Carry pinjaman.

Korban lantas ditemukan oleh warga keesokan harinya.

Kenal lewat medsos

Jo kenal dengan korban melalui media sosial.

Jo mengaku bisa melihat hal gaib kepada Fathan.

"Mengaku bisa melihat hal gaib, jadi korban tertarik (untuk berteman)," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana saat dihubungi Tribun Jabar, Jumat (15/1/2021).

Seperti diberitakan TribunJabar, Oliestha menyebut jika kedatangan Fathan ke kontrakan Jo hanya sekedar bertamu biasa.

"Bukan ritual, cuma main biasa," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Pria Habisi Nyawa Mertua, Mengaku Kesal Diminta Ceraikan Istri

Baca juga: Detik-detik Mahasiswa Ditemukan Tewas Terlilit Bed Cover, Orangtua Sempat Terima Pesan Ancaman

Sementara itu ayah korban, Kaduman angkat suara terkait pengakuan Jo dapat melihat hal gaib itu.

Rupanya, hal itu pernah diceritakan Fathan kepada ayahnya.

Fathan mengaku kepada ayahnya jika Jo pernah menyebutkan jika Fathan tengah diikuti sosok gaib yang merupakan keluarganya.

Kadiman pun mengingatkan Fathan untuk tetap tidak melupakan salat meskipun berteman dengan siapa pun.

"Silahkan saja kamu berteman dengan siapa pun tetapi harus menjaga diri dan tidak lupa salat," katanya.

(TribunnewsBogor.com/TribunJabar/Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved