Breaking News:

Gejala Covid-19 Ternyata Ada yang Menetap hingga Berbulan-bulan, Waspada Ini Ciri-cirinya

Ini berarti, ketika pasien Covid-19 dinyatakan negatif dari virus corona, badan mereka tak serta-merta segar bugar seperti sedia kala.

Editor: khairunnisa
Tumisu/Pixabay
ilustrasi pencegahan virus corona atau Covid-19 

Ostrosky, yang juga seorang peneliti di Infectious Diseases Society of America, tidak terlibat dalam studi baru ini, tetapi ia termasuk tim dokter yang menangani penyakit long Covid.

Dia mengatakan, kebanyakan pasien yang datang ke klinik pasca-Covid, dalam kondisi cukup sakit untuk dirawat di rumah sakit karena infeksi tersebut.

"Orang dengan gejala lebih parah, lebih mungkin mengalami efek yang berkepanjangan. Tetapi, terkadang ini juga terjadi pada pasien Covid-19 dengan gejala yang lebih ringan," jelas Otrosky.

Demikian juga dalam studi baru, sebagian besar pasien dengan Covid-19 gejala ringan masih merasa tidak enak badan lebih dari dua bulan kemudian.

Tapi, Ostrosky mencatat, itu mungkin karena pasien dengan gejala yang menetap lebih mungkin untuk membuat janji pemeriksaan.

Terlepas dari itu, Ostrosky melihat pesan dasar dalam temuannya, Covid-19 bukanlah dikotomi, Anda mati atau Anda baik-baik saja.

Baca juga: Bupati Sleman Positif Covid-19 Usai Disuntik Vaksin, Ahli Ungkap Penjelasan soal Penyebabnya

Pasalnya, akan ada masalah kesehatan yang bertahan lama, kata Ostrosky, terutama untuk orang yang sakit dengan gejala parah - termasuk kerusakan pada jantung atau ginjal, fungsi paru-paru yang tidak normal, dan gejala kejiwaan, seperti depresi.

"Harus diketahui, kematian bukan satu-satunya akibat buruk dari penyakit Covid-19," katanya.

Menemukan penyebab kelelahan abadi pada long covid

Penelitian yang telah dipublikasikan di Annals of the American Thoracic Society pada 8 Januari lalu ini, dilakukan di Rumah Sakit St. James, Dublin.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved