Breaking News:

Tempat Penjagalan Hewan RPH Jalan Pemuda Masuk dalam Database Cagar Budaya

Tempat jagal hewan ternak di Rumah Potong Hewan (RPH) Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor kini hanya tinggal kenangan.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Rumah Pemotonhan Hewan (RPH) Jalan Pemuda, Kota Bogor menjadi saksi bisu dari keberadaan aktifitas jagal hewan di jaman kolonial. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Tempat jagal hewan ternak di Rumah Potong Hewan (RPH) Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor kini hanya tinggal kenangan.

Sekitar tahun 2000-an RPH tersebut sudah tidak beraktivitas.

Dilihat dari genting yang digunakan pada bangunan tersebut diindikasi RPH tersebut berfungsi dimasa kolonial.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bogor Atep Budiman mengatakan bahwa bangunan RPH tersebut sudah masuk ke dalam data base cagar budaya.

" Bangunannya memang tercatat di database kami ssebagai cagar budaya, tapi belum teregister karena belum dikaji oleh tim ahli," katanya.

Kepala seksi (Kasi) Cagar Budaya dan permuseuman, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Dian Sudianto membenarkan bahwa RPH tersebut difungsikan pada jaman kolonial.

Sejak tahun 2015 ketika ada pemuhtahiran data Disparbud Kota Bogor bangunan tersebut dimasukan ke dalam data base cagar budaya.

"Hanya saja belum tersertifikasi harus ada tim ahli pengkajian tim arkeolog, tim sejarah, tim cagar budaya, memang karena harus ada pengjajian khusus," ujarnya.

Namun meski belum ada kajian lebih dalam, Disparbud Kota Bogor sudah mencari berbagai literasi untuk mendpaatkan data data sementara sejarah bangunan tersebut.

Dari literasi yang didapat dari sesepuh warga sekitar dan sumber foto diketahui bangunan tersebut ada sejak tahun 1906.

"Iya jadi itu sudah ada sejak jaman kolonial, disitu audah ada pemotongan hewan kemudian disampingnya itu pasar hewan," katanya.

Terkait data bangunan cagar budaya kata Dian sudah ada sekitar 485 bangunan yang masuk ke dalam databsae.

"Yaang baru tersertifikasi itu kurang lebih baru 40an," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved