Breaking News:

Penciuman Terganggu Akibat Covid-19, Kapan Bisa Pulih Lagi ?

Dari 100 pasien Covid-19 yang dites kemampuan penciumannya, 96 persen mengalami gangguan dengan 18 persen di antara kehilangan kemampuan mencium sepen

pixabay
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Salah satu gejala yang paling umum dirasakan oleh penderita Covid-19 adalah hilangnya kemampuan untuk mencium bau.

Sebuah penelaahan yang diterbitkan pada bulan Juni tahun lalu terhadap 8.438 pasien Covid-19, misalnya, menemukan bahwa 41 persen di antara mengalami kehilangan penciuman.

Lalu, ada juga studi lain yang dipublikasikan oleh Shima T. Moein dari Institute for Research in Fundamental Sciences.

Dari 100 pasien Covid-19 yang dites kemampuan penciumannya, 96 persen mengalami gangguan dengan 18 persen di antara kehilangan kemampuan mencium sepenuhnya atau yang disebut anosmia.

Apa yang sebetulnya terjadi?

Hingga saat ini, para peneliti belum mengetahui secara lengkap bagaimana infeksi Covid-19 memengaruhi kemampuan mencium.

Akan tetapi, konsensus ilmiah mengungkapkan bahwa virus corona menyerang sel-sel di hidung yang mendukung sel saraf indera penciuman.

Dilansir dari Nature, 14 Januari 2021; hal ini diungkapkan dalam studi terhadap jenazah Covid-19 yang dilakukan oleh tim peneliti pimpinan Sandeep Robert Datta, seorang pakar neurobiologi dari Harvard Medical School.

Seperti diketahui, virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menarget reseptor ACE yang berada di permukaan sel.

Nah, sel-sel sustentakular yang berada di hidung rupanya memiliki banyak reseptor ACE2 sehingga rentan diserang oleh virus corona.

Halaman
123
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved