Breaking News:

Ganjil Genap Kota Bogor

Kendaraan di Kota Bogor Berkurang Saat Ganjil-genap, Bima Arya : Ada Ayu Ting Ting Efek

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut dari data yang dimilikinya jumlah kendaraan berkuran sekitar 40 Persen.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut dari data yang dimilikinya jumlah kendaraan berkurang sekitar 40 Persen berkat ganjil genap. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Penerapan ganjil genap selama dua hari pada Sabtu-Minggu kemarin dinilai cukup efektif dari sisi sosialisasi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut dari data yang dimilikinya jumlah kendaraan berkuran sekitar 40 Persen.

"Data exit tol menunjukan bahwa pengurangan hari Minggu lebih banyak daripada hari Sabtu ya, kalau Sabtu ke Sabtu tadi penurunannya sekitar 17,3 persen, tapi Minggu ke Minggu itu 21 persen ya," katanya Senin (8/2/2021) saat ditemui di Balaikota Bogor.

Bima menduga pengurangan kendaraan dikarenakan sosialisasi yang masif.

Selain itu juga kemungkinan peristiwa Ayu Ting Ting terkena operasi ganji genap juga menjadi faktor viralnya informasi ganjil genap di Kota Bogor.

"Mungkin dugaan kami karena sosialisasinya sudah masif ya dan mungkin ada Ayu Ting Ting efek ya di sini sehingga tersampaikan dengan sangat sukses atau ada viral-viral lain ya sehingga kemudian warga Jakarta dan sekitarnya menjadi sangat terinformasi," kata Bima.

Meski demikian Bima menyampaikan dari hasil evaluasi yang disampaikan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro perlu ada beberapa titik sekat yang harus diperkuat di dalam kota.

"Jadi keberhasilan dari ganjil genap kemarin kuncinya adalah karena pengerahaan personel kepolisian yang luar biasa sehingga bisa maksimal," katanya.

Selain itu untuk menetukan keberhasilan ganjil genap untuk mencegah penyebaran Covid-19 Bima menyampaikan harus terus diiringi oleh langkah-langkah lain,

"Ini kan bukan waktu akhir, kita harus lihat nanti minggu depan ini laju Covid-19 nya seperti apa nah karena itu seharian kita kordinasi tiga pilar Pemkot Kepolisian dan TNI ya untuk merapihkan kekuatan dibawah jadi kita membuat posko posko wilayah di kelurahan yang isinya tiga pilar untuk melakukan fungsi kekuatan tiga T testing tracing dan treatment," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved