Drama Korea
Tak Seperti di Drama Korea Mr Queen, Begini Kisah Hidup Asli Raja Cheoljong, Berakhir Tragis
Berikut sejarah asli Raja Cheoljong, raja ke- 25 Dinasti Joseon, yang jadi plot utama cerita di drakor Mr Queen
Meskipun ia telah memerintah selama 15 tahun, Raja Heonjeong tidak memiliki ahli waris.
Pilihan yang diambil janda Ratu adalah mengadopsi kerabat jauh dan mengangkatnya sebagai raja.
Anak yang dipilih Ratu yaitu kerabat jauh kerajaan bernama Yi Won-beom, pria berusia 19 tahun yang kemudian dikenal sebagai Raja Cheoljong.
Dilansir dari The Korea Times, (10/11/2020), Yi Won-beom yang lahir pada 25 Juli 1831 dinilai kurang layak jika dijadikan raja.
Sebab, ia tidak bisa membaca satu huruf pun alias buta huruf dan tidak memiliki keistimewaan lain.
Namun disebutkan, itu lah salah satu alasan diangkatnya Cheoljong untuk dijadikan raja boneka bagi Klan Andong Kim yang dikuasai janda Raja Heonjeong.
Dikutip dari Newworldencyclopedia, Raja Cheoljong adalah cucu keponakan Raja Jeongjo, Raja ke-22 Dinasti Joseon, dan cicit Raja Yeongjo raja ke-21 Joseon.
Ayah Cheoljong, Pangeran Agung Jeonggye, adalah salah satu dari tiga putra yang lahir dari Pangeran Eunyeon, adik dari Raja Jeongjo.
Kedua saudara laki-laki Jeonggye tewas dalam pemberontakan politik, dan hanya menyisakan Pangeran Agung Jeongye.
Jeonggye juga memiliki tiga putra, di antaranya yang tertua terlibat dan terbunuh dalam perebutan kekuasaan dan yang kedua meninggal karena penyakit, hanya menyisakan putra ketiga, Cheoljong.
Baca juga: Sinopsis Drama Korea Mr Queen Episode 1-18, Raja Cheoljong yang Dikira Tewas Akan Kejutkan Istana
Terasing di Pulau Ganghwa
Sebelum ditemukan dan diangkat sebagai raja, Cheoljong banyak menghabiskan waktunya di Pulau Ganghwa sebagai petani dan nelayan miskin.
Ibu dan nenek Cheoljong dibunuh karena beragama Katolik.
Dalam buku sejarah Korea tulisan James Scarth Gale, terbitan tahun 1920-an, disebutkan bahwa perdana menteri Korea saat itu, Jeong Won-yong mengatakan bahwa ia memberi tahu gubernur keberadaan Yi Won-beom di Pulau Ganghwa.
Ia pun berencana memboyong calon raja tersebut ke Istana.