Breaking News:

Viral Emak-Emak Kendarai Motor Matik Masuk Tol Jagorawi dan Tak Pakai Helm, Ini Kata PJR

Dalam video berdurasi 1,36 menit itu terlihat bahwa ibu-ibu pengendara ini mengenakan kerudung hijau muda tanpa mengenakan helm.

Ist
Seorang emak-emak pengendara motor roda dua matik viral di media sosial setelah nekat masuk Tol Jagorawi di wilayah Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Seorang emak-emak pengendara motor roda dua matik viral di media sosial setelah nekat masuk Tol Jagorawi di wilayah Bogor.

Videonya viral di media sosial setelah kejadian itu direkam oleh pengendara lain.

Dalam video berdurasi 1,36 menit itu terlihat bahwa ibu-ibu pengendara ini mengenakan kerudung hijau muda tanpa mengenakan helm.

Mobil petugas tol tampak berupaya mengikutinya dan mengarahkannya untuk segera keluar tol.

Namun, emak-emak ini tampak santai melanjukan kendaraannya di jalur tengah tol.

Kepala Induk Patroli Jalan Raya ( PJR) Tol Jagorawi, Kompol Fitrisia Kamila menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/2/2021) lalu sekitar pukul 22.00 WIB malam.

Baca juga: Gara-gara Ini, Ibu dan 2 Anak Menangis Jalan Kaki di Jalan Tol, Saat Ditolong Kondisi Memprihatinkan

Baca juga: Kesaksian Teman saat Pemotor Tenggelam di Bekasi, Dini Hari Tersesat Masuk Jalan Tol Lalu Terperosok

Emak-emak pengendara motor matik itu diketahui bernama NH asal Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Datang dari arah Jaya mengarah ke Bogor kemudian berhasil diberhentikan di KM 32. 800 A," kata Kompol Fitrisia Kamila kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Detik-detik Perempuan Tak Pakai Helm Boncengan 3 di Jalan Tol Alami Kecelakaan, Videonya Viral

Baca juga: Daftar Jalan Tol di Indonesia yang Boleh Dilalui Motor

Saat diperika petugas, emak-emak ini juga kedapatan tidak membawa SIM maupun STNK.

Selain itu, NH juga sulit diajak berkomunikasi dengan baik.

"Setelah dimintai keterangan, pengemudi diduga depresi," katanya.

Akhirnya motor emak-emak ini diangkut petugas menggunakan mobil bak terbuka dan NH dibawa keluar tol untuk kemudian diantar ke rumahnya di Megamendung.

Tol Jakarta-Cikampek

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu.

Aksi tiga orang perempuan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek viral di media sosial.

Ketiga wanita tersebut nekat berboncengan tiga menggunakan sepeda motor.

Tak hanya itu, perempuan tersebut juga tampak asik memacu roda duanya di tengah-tengah jalan tol.

Namun nahas, mereka terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil minibus saat berpindah jalur dari kanan ke kiri.

Mereka terjatuh ketika menyenggol bodi mobil yang tengah melaju kencang.

Ketiganya langsung berjatuhan di ruas jalan yang khusus untuk kendaraan roda empat atau lebih.

Parahnya lagi, ketiga perempuan itu tidak ada yang menggunakan helm saat berboncengan tiga di ruas Tol  Cikampek.

Video perempuan baik motor bonceng tiga terlibat kecelakaan di Tol Cikampek ini pun viral di media sosial.

Dalam video itu, tampak jelas pengemudi dan penumpang tidak menggunakan helm dan berjalan santai di jalur cepat tol.

Gadis yang menyetir motor itu menyenggol SUV ketika hendak berganti jalur ke kiri jalan.

Menurut petugas kejadian itu terjadi pada Minggu (30/8/2020) kemarin.

Beruntung, ketiganya tidak mengalami cedera yang serius seusai menyenggol mobil yang tengah melaju di jalan tol.

Kepala Induk I Satuan PRJ Polda Metro Jaya AKP Bambang Krisnadi mengatakan, kejadian tersebut berlangsung  sekitar pukul 14.30 WIB.

Pemotor masuk tol Jakarta-Cikampek pada Minggu (30/8/2020).
Pemotor masuk tol Jakarta-Cikampek pada Minggu (30/8/2020). (KOMPAS.com/Ruly)

Menurutnya, perempuan yang berbocengan tiga di jalan tol hingga alami kecelakaan itu masuk dari jalur Tol  Bekasi Timur.

"Benar, mereka masuk dari Bekasi Timur, kemudian bertemu petugas saat patroli di Km 12.

Lantas kami minta untuk berhenti, mereka panik, jalan terus," katanya saat dihubungi, Senin (31/8/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Saat panik, mereka lalu tidak sengaja menyenggol mobil lain dan terjatuh di jalur 1 tol Jakarta-Cikampek.

Berdasarkan keterangan polisi, pengendara yang bersangkutan panik karena merasa dikejar mobil tidak dikenal.

"Mereka tidak mau berhenti hingga akhirnya di TKP kecelakaan jatuh usai tersenggol kendaraan.

Tidak ada cedera, hanya luka lecet-lecet," kata Bambang.

Ia melanjutkan, mobil yang terlibat kecelakaan dengan sepeda motor itu langsung pergi meninggalkan korban.

"Mobilnya kabur di situ dan kita lihat di video dia (mobil) enggak sebetulnya mau menghindar ke kiri, malah
motor sendiri yang senggol mobil," ujarnya lagi.

Persoalan ini lantas ditangani lebih lanjut oleh Satgas Jasa Marga Cikampek.

"Selalu patuhi aturan dan rambu yang ada, karena itu diciptakan untuk menekan potensi kecelakaan lalin,"
jelas Bambang.

Pengendara Diperiksa Petugas

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengonfirmasi telah terjadi kecelakaan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 8 arah Jakarta yang melibatkan satu unit sepeda motor dengan tiga orang wanita, Minggu (30/8/2020).

Kejadian yang kemudian terekam kamera pengendara lain dan viral di media sosial ini berlangsung pada pukul 14.30 WIB. Baik pengendara maupun penumpang terlihat tidak mengenakan helm.

"Benar, mereka sudah dimintai keterangan. Kami sangat menyayangkan tindakan pengendara motor masuk dan menggunakan jalan tol ini," kata General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2020).

Bukan Jalur Untuk Motor

Widiyatmiko Nursejati juga mengatakan, Jalan Tol yang ada saat ini bukan dibuat untuk pengedara roda dua atau sepeda motor.

"Jika motor masuk tol, maka seperti yang terjadi kemarin, pengendara terkait akan dikejar untuk kemudian digiring ke pintu keluar baik oleh Petugas Layanan Jalan Tol, Satgas Kamtib hingga Patroli Jalan Raya (PJR) dan akan dikenakan tindakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku," beber Widiyatmiko.

Menurutnya, kendaraan yang tidak memenuhi syarat untuk memasuki jalan tol sangat berbahaya untuk menggunakan jalan tol karena membahayakan diri sendiri serta pengguna jalan lain.

Peraturan Pemerintah Secara detail, hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2005 Pasal 38 tentang jalan tol.

Widiyatmiko menjelaskan, jalan tol itu diperuntukkan kendaraan roda empat dan lebih dengan beberapa ketentuan (kecepatan serta dimensinya).

Pemotor dilarang masuk jalan tol karena mempertimbangkan kecepatan rata-rata pengemudi lain di sana.

"Akan berbahaya sekali jika motor masuk ke dalam jalan tol karena jalan tol didesain untuk kecepatan tinggi. Rambu-rambu larangan masuk telah kami pasang di setiap akses masuk tol,” tegasnya. 

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com).

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved