Breaking News:

Ganjil Genap di DKI Jakarta Belum Berlaku Meski PSBB Diperpanjang Lagi

Dalam perpanjangan tersebut, tak ada perubahan signifikan pada aturan berkumpul dan berkendara.

Editor: Vivi Febrianti
Kompas.com
Ilustrasi Kemacetan lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2012). Sejumlah kalangan berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbaiki transportasi massal sebelum menerapkan kebijakan ganjil-genap.(KOMPAS/WISNU WIDIANTORO) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) guna menekan angka penyebaran virus corona alias Covid-19 hingga 8 Maret 2021.

Langkah ini sejalan dengan putusan pemerintah pusat untuk perpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKKM) skala mikro di Jawa dan Bali sampai dua minggu ke depan.

Dalam perpanjangan tersebut, tak ada perubahan signifikan pada aturan berkumpul dan berkendara.

Termasuk di antaranya, mengenai kebijakan ganjil genap di Ibu Kota.

"Berdasarkan putusan bersama, pembatasan kendaraan dengan skema ganjil genap belum diberlakukan," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

"Kami belum tahu kapan mulai (berlaku lagi), tapi ini terus dikaji agar tepat sasaran karena berkaitan dengan potensi penyebaran virus corona dan protokol kesehatan," lanjut dia.

Pasalnya, ketika pembatasan itu diberlakukan, potensi adanya kenaikan penumpang di transportasi umum terbuka lebar.

Sehingga, terjadi penumpukkan pada titik tertentu.

"Bila memang akan diberlakukan, diinformasikan kembali. Tapi saat ini belum supaya tidak ada kluster baru," papar Fahri.

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut bahwa pada PSBB yang dilaksanakan 7-22 Februari 2021, angka penyebaran kasus Covid-19 di Ibu Kota terbukti bisa berkurang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved