Breaking News:

Jawab Isu Pungli di Teras Surken, Dirut PPJ Kota Bogor : Tidak Ada, Kami Sudah ke Lapangan

Beredar kabar dugaan adanya pungutan liar (pungli) di teras Suryakencana (Surken) yang membawa nama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota BogoR.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Mohamad Afkar Sarvika

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Beredar kabar mengenai dugaan adanya pungutan liar (pungli) di Teras Suryakencana (Surken) yang membawa nama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor.

Namun kabar tersebut dipastikan Direksi Perumda PPJ Kota Bogor tidak benar.

Bahkan direksi bersiap untuk melakukan pelaporan apabila pedagang yang dirugikan akibat pungli tersebut siap menjadi saksi utama.

"Kami sudah turun ke lapangan dan bisa kami buktikan tim internal Perumda PPJ tidak ada yang terlibat pungli tersebut, tidak ada yang memungut biaya serupiah pun kepada para pedagang," kata Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ, Muzakkir.

Muzakkir menegaskan bahwa di awal pembukaan Teras Surken dirinya selalu menyampaikan bahwa tidak ada biaya untuk masuk ke area Teras Surken.

Ia pun memastikan bahwa pedagang hanya membawa alat dagang saja untuk berjualan di sana.

Muzakkir juga memaparkan, pihaknya sudah menginformasikan jauh-jauh hari kalau masuk ke Teras Surken diutamakan pedagang kuliner di Surken, UMKM, dan kuliner legend.

Dengan catatan di dalam teras Surken tidak ada makanan yang sama variannya.

"Sehingga dengan adanya pemberitaan di beberapa media massa, sesuai instruksi pimpinan kami akan proses kasus itu dengan melapor kepada polisi agar ada efek jera terhadap oknum tersebut," paparnya.

Muzakkir juga mengatakan bahwa sistem di Teras Surken adalah bagi hasil.

Artinya Perumda PPJ hanya menerima 20 persen dari hasil penjualan dan tidak ada biaya pungutan apapun sebelum masuk dan akan masuk berdagang di teras surken.

"Untuk teras Surken ini memang kami mengedepankan sosial untuk membantu UMKM dan pedang kecil karena dari bagi hasil yang kami dapat sebesar 20 persen, belum bisa menutupi operasional, meski begitu kami tidak menyerah dan tetap memperjuangkan teras Surken ini," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved