Breaking News:

Info Kesehatan

Punya Alergi dan Sensitif pada Obat, Waspadai Ini Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19

Satu di antara sejumlah faktor yang menjadi pemicu reaksi parah pasca vaksinasi, adalah alergi.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Dinas Kesehatan Kota Bogor kembali melaksanakan vaksinasi kepada tenaga kesehatan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA - Sebagian orang bisa jadi mengalami efek samping cukup parah setelah mengikuti vaksinasi covid-19.

Satu di antara sejumlah faktor yang menjadi pemicu reaksi parah pasca vaksinasi, adalah alergi.

Oleh karena itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyarankan agar kelompok yang memiliki alergi terhadap salah satu komponen yang ada dalam vaksin, untuk tidak divaksinasi Covid-19.

President of Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr. Tunggul D Situmorang, Sp.PD-KGH  mengatakan mereka yang mengalami alergi parah atau sensitif pada obat tertentu, juga tidak dianjurkan mengikuti vaksinasi.

Sembilan hari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Bogor, tercatat sudah ada 2.263 orang atau 23,74% yang sudah di suntik vaksin Sinovac dari 9.533 sasaran.
Sembilan hari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Bogor, tercatat sudah ada 2.263 orang atau 23,74% yang sudah di suntik vaksin Sinovac dari 9.533 sasaran. (istimewa/Pemkot Bogor)

Sebab, ada kemungkinan vaksin dapat memicu timbulnya reaksi parah yang sangat cepat pada tubuh.

Terutama mereka yang memang punya riwayat alergi.

Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid-19, Tubuh Bisa Merasakan Covid Arm, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasannya

Baca juga: KABAR TERBARU Vaksinasi Mandiri Resmi Dibuka, Karyawan dan Keluarga Tidak Dipungut Biaya

"Yang terutama, makanya disebut yang tidak boleh dilakukan adalah (memberikan vaksin) kalau memang orang itu sensitif ya,

alergi terhadap komponen atau vaksin itu sendiri, ini bisa membuat reaksi yang cepat," ujar dr Tunggul, dalam webinar bertaajuk 'Waspadai Hipertensi Sebagai Komorbid Tertinggi Covid-19', Jumat (26/2/2021).

Ia kemudian menjelaskan, sebelum melakukan vaksinasi, biasanya tenaga kesehatan (nakes) atau vaksinator akan melakukan sedikit wawancara.

Seorang pekerja media mengikuti vaksinasi Covid-19 di Hall A Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Berdasarkan data yang ada, sebanyak 1.838 awak media menjalani vaksinasi Covid-19 di GBK hari ini. Secara total, terdapat 5.512 orang yang akan mendapatkan vaksin selama tiga hari pelaksanaan vaksinasi, atau sampai Sabtu (27/2) mendatang. Para peserta vaksinasi ini adalah 512 wartawan yang sejak awal dijadwalkan mendapatkan vaksin dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Kemudian ditambah 5.000 orang yang dikoordinasikan Dewan Pers bersama 10 organisasi konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred. Tribunnews/Jeprima
Seorang pekerja media mengikuti vaksinasi Covid-19 di Hall A Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Berdasarkan data yang ada, sebanyak 1.838 awak media menjalani vaksinasi Covid-19 di GBK hari ini. Secara total, terdapat 5.512 orang yang akan mendapatkan vaksin selama tiga hari pelaksanaan vaksinasi, atau sampai Sabtu (27/2) mendatang. Para peserta vaksinasi ini adalah 512 wartawan yang sejak awal dijadwalkan mendapatkan vaksin dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Kemudian ditambah 5.000 orang yang dikoordinasikan Dewan Pers bersama 10 organisasi konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Tujuannya untuk mengetahui apakah peserta yang akan divaksin, memiliki riwayat penyakit atau alergi terhadap obat tertentu atau tidak.

"Tapi itu akan bisa ditengarai dengan pengamatan ya, tapi kalau sudah jelas jelas ada riwayat alergi maka akan diinterview dulu, ditanya macam-macam, itu tujuannya sebenarnya," kata dr Tunggul.

Baca juga: Misteri Ponsel Mayat Gadis Terbungkus Plastik di Bogor, Sempat Masih Aktif Beberapa Jam Pasca Pamit

Baca juga: Aksi Romantis Gibran ke Istri Sebelum Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Penampilan Selvi Diperbincangkan

Selain orang yang memiliki riwayat alergi, kelompok yang disarankan untuk tidak divaksinasi adalah anak-anak, orang yang mengalami gangguan imunitas serta ibu hamil.

Menurut CDC, orang yang pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap terapi suntik pun harus melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter, sebelum dirinya menjalani proses vaksinasi.

Namun untuk mereka yang memiliki riwayat alergi yang disebabkan hal lainnya selain obat, seperti makanan, masih bisa mendapatkan vaksin.

Artikel ini tayang di Tribunnews.com -- Punya Riwayat Alergi? Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Mengikuti Vaksinasi Covid-19

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved