Info Kesehatan

Benarkah Bawang Putih Bisa Menghilangkan Jerawat?

Di media sosial, sejumlah orang membagikan pengalamannya menghilangkan jerawat dengan bawang putih.

Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Harga bawang putih di Cibinong, Kabupaten Bogor kini meroket 2 kali lipat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Di media sosial, sejumlah orang membagikan pengalamannya menghilangkan jerawat dengan bawang putih.

Bawang putih memang merupakan bahan alami yang ribuan tahun digunakan untuk mengatasi sejumlah masalah kesehatan.

Namun, apakah bawang putih juga bisa menghilangkan jerawat seperti klaim yang kerap dibagikan?

Sebelum menjawan pertanyaan tersebut, simak dulu kandungan dan khasiat bawang putih sebagai berikut.

Kandungan dan khasiat bawang putih

Bawang putih potensial digunakan sebagai bahan alami untuk mengatasi sejumlah masalah kesehatan karena mengandung zat antiperadangan dan antimikroba.

Menurut studi pada 2014, kandungan senyawa allicin dalam bawang putih dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur tertentu.

Selain itu, pada 2011 dilakukan kombinasi uji laboratorium studi hewan, dan uji klinis untuk meneliti manfaat bawang putih untuk kulit.

Hasilnya, mengoleskan bawang putih ke kulit bisa memberikan efek antimikroba dan membantu penyembuhan luka, terutama untuk masalah kulit:

  • Psoriasis
  • Alopecia areata
  • Bekas luka keloid
  • Kutil
  • Infeksi jamur
  • Leishmaniasis

Apakah bawang putih bisa menghilangkan jerawat?

Formula antiperadangan dan antimikroba dalam bawang putih memang potensial bermanfaat untuk mengatasi beragam masalah kulit.

Namun hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang menyebut bawang putih bisa menghilangkan jerawat.

Melansir Self, sejumlah ahli dermatologi tidak menyarankan orang yang berjerawat untuk mengoleskan bawang putih ke kulit bermasalah mereka.

Pasalnya, risiko menghilangkan jerawat dengan bawang putih lebih besar ketimbang manfaatnya.

“Menurut pengalaman saya, menggunakan bawang putih untuk menghilangkan jerawat bukanlah ide yang bagus,” kata Marie Leger, M.D., Ph.D., asisten profesor dermatologi yang berbasis di New York, AS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved