Breaking News:

Info Kesehatan

Beda Mutasi Virus Corona dari Inggris dengan Covid-19 Wuhan, Mana yang Lebih Berbahaya?

Dengan mutasi baru yang muncul di Indonesia ini, penting bagi kita untuk memahami bagaimana gejala varian B.1.1.7 yang berbeda dari virus aslinya.

Editor: Tsaniyah Faidah
Vektor Kunst/Pixabay
Beda mutasi virus corona Inggris dengan Covid-19 Wuhan 

Di Afrika Selatan, varian lain yang disebut B.1.351 muncul secara independen dibanding B.1.1.7.

Terdeteksi pertama kali di awal Oktober 2020, B.1.351 berbagi beberapa mutasi dengan B.1.1.7.

Kasus yang disebabkan oleh varian ini dilaporkan di AS pada akhir Januari 2021, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Pembuat vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech telah mengumumkan bahwa pihaknya sedang bekerja untuk memodifikasi vaksin mereka - dan mungkin untuk membuat suntikan penguat - agar bisa melindungi dari varian baru Afrika Selatan.

Baca juga: Mutasi Baru Virus Corona dari Inggris Masuk Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan Jika Terinfeksi

Sebuah varian bernama P.1 muncul yang pertama kali diidentifikasi pada pelancong dari Brasil, yang diuji selama pemeriksaan rutin di bandara di Jepang, pada awal Januari.

Varian ini berisi serangkaian mutasi tambahan yang dapat memengaruhi kemampuannya untuk dikenali oleh antibodi.

Menurut berbagai laporan, ketiga varian tersebut membawa mutasi genetik yang sama - E484K - yang memungkinkannya menghindari pertahanan kekebalan dalam tubuh, yang menyebabkan infeksi.

Namun, varian yang bermutasi relatif baru dan di bawah radar berbagai ahli kesehatan dan ilmuwan. Jadi, mungkin perlu beberapa saat bagi ahli untuk mengetahui gejala pasti dari varian ini.

“Pertama-tama, virus memang memiliki kecenderungan untuk bermutasi, yang harus kita lakukan adalah memastikan keamanan dan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk mengurangi risiko tersebut,” ucap Gitali Bhagawati, Konsultan dan Kepala Departemen Mikrobiologi dan Pengendalian Infeksi, RSUP Dharamshila Narayana Superspesialis di New Delhi, kepada IANS.

Baca juga: Kasus Virus Corona Bertambah, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Jika Positif Covid-19

Kedua, ada faktor yang disebut virulensi yang berarti kemampuan suatu strain mikroba menyebabkan penyakit. Hal itu tidak diketahui pada strain mutan Afrika Selatan dan Brasil.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved