Kabar Artis
Dituding Campakkan Felicia hingga Menderita, Kaesang Bongkar Fakta Ini : Aku Dimaki saat Minta Putus
Sebelumnya kakak dan ibunda Feli mengungkapkan bahwa Felicia Tissue dicampakkan oleh Kaesang Pangarep setelah 5 tahun pacaran.
Penulis: Uyun | Editor: Damanhuri
Saat membongkar tabiat Kaesang Pangarep yang sudah mencampakkan Felicia Tissue, Meilia Lau tak henti menandai akun Instagram Jokowi.

"Janjimu akan menikah dgn anak saya di bln Des 2020. Saya ada buktinya semua yah. Anak saya menunggu dgn hati setianya.
Di bln jan di tgl 13 -2021 katanya dirinya kok kaya aneh. Dan dia menghilang! @jokowi," bongkar ibunda Feli.
Sang ibunda tak ragu meski status Kaesang Pangarep adalah anak presiden.
"Dari awal kami tekankan bahwa orangtua kita sejajar !!," tegas ibunda Feli.
Baca juga: Jokowi Terseret Kisruh Kaesang - Felicia, Istana Ingatkan Ibunda Feli : Emak-emak Jangan Ikut Campur
Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, aksi ytang dilakukan ibunda Felicia Tissue dengan manandai akun Instagram Jokowi sangat tidak elok.
Ia pun memperingatkan ibunda Feli, agar permasalahan Kaesang Pangarep dan Felicia Tissue tidak perlu menyeret orang tua, apalagi menyenggol nama Jokowi.
"Inilah, jangan bawa-bawa orang tua, jangan dipaksa-paksa," kata Ali Ngabalin dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribunnews.com.

Ali mengatakan hubungan asmara seorang anak, biarkan anak yang menentukan, karena mereka sendiri yang menjalaninyanya.
Orang tua menurutnya hanya mengarahkan dan tidak perlu ikut campur.
"Kan mereka sudah dewasa, kalau suka sama suka ya mungkin lanjut (hubungannya) kalau tidak suka engga usah dipaksa paksa, jangan emaknya ikut-ikut campur," tegas Ali Ngabalin.
Soal nama Jokowi yang diseret oleh ibunda Felicia Tissue, menurut Ali Ngabalin, presiden tidak ada waktu untuk mengurusi hubungan asmara sang anak.
Disebutkan Ali Ngabalin, presiden sedang berkonsentrasi sebagai kepala pemerintah dan kepala negara.
Meskipun presiden tidak terganggu, namun menurutnya kurang elok membawa-bawa nama Presiden.
"Kurang elok, sudahlah, mereka sudah besar-besar, jangan mengaitkan dengan presiden," pungkas Ali Ngabalin. (*)