Breaking News:

Mengenal Pisang Lampeneng Koneng yang Sudang Jarang Ditanam di Bogor, Wangi dan Manis

Selain memiliki kontur tanah yang subur Kota Bogor juga memiliki petani yang berpotensi mengembangkan pertanian.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ketua Kelompok Taruna Tani Oji Afandi atau yang akrab disapa Ojos itu tak menyangka bisa menanam pisang jenis Lampeneng Koneng. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Potensi pertanian di Kota Bogor bisa dibilang cukup menjanjikan.

Selain memiliki kontur tanah yang subur Kota Bogor juga memiliki petani yang berpotensi mengembangkan pertanian.

Satu di antaranya adalah petani di Kampung Pabuaran Pasir, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang tergabung dalam Kelompok Taruna Tani.

Untuk memaksimalkan penggunaan lahan kebun Alpukat, petani KTT memanfaatkan dengan menanam pisang.

Penanaman pisang dilakukan dengan teknik tumpang sari itu dilakukan untuk menutup biaya perawatan alpukat hingga masuk masa panen.

Dalam proses penanaman pisang Ketua Kelompok Taruna Tani, Oji Afandi atau yang akrab disapa Ojos, tak menyangka bisa menanam pisang jenis Lampeneng Koneng.

Ojos menceritakan bahwa pisang Lampeneng Koneng sudah jarang ditanam di Bogor.

"Iya kalau dari bentuknya dan tampilannya ini seperti pisang Lampeneng Koneng, dan harum," katanya.

Ojos mengatakan bahwa Ia tak sengaja menanam pisang tersebut.

Karena awalnya Ia memotong tunas dari pohon pisang tanduk yang tumbang.

"Awalnya enggak nyangka , feeling saya awalnya itu anak cau tanduk (pisang tanduk) ngambilnya juga di situ, pisang tanduk kan rungkad (tumbang), lalu tunasnya saya potong lalu ditanam, enggak sengaja menanam pisang Lampeneng Koneng," katanya.

Pisang yang berasal dari wilayah Pangandaran itu pun memiliki ciri khusus walupun besarannya sama seperti pisang tanduk.

Ojos mengatakan keunggulan pisang Lampeneng Koneng adalah warna kulitnya yang cantik karena berwarna kuning, baunya harum dan rasanya manis.

"Karena sudah jarang di tanam di Bogor, saya mau coba diperbanyak nanti kalau sudah tumbuh tunasnya mau saya perbanyak," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved