Breaking News:

5 Saksi Diperiksa Soal Viral Sampah Plastik di Mulut Kuda Nil, Polisi Akan Panggil Pengunggah Video

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait perkara viral mulut kuda nil di Taman Safari Indonesia dilempar sampah plastik.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
Instagram/@cyntiactcete
Kudanil makan sampah yang dilemparkan pengunjung 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait perkara viral mulut kuda nil di Taman Safari Indonesia dilempar sampah plastik.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Handreas Ardian mengatakan bahwa saksi-saksi yang diperiksa ini termasuk terduga pelaku nenek asal Bandung berinisial K yang statusnya kini masih saksi.

"Saksi-saksi yang sudah kami lakukan pemeriksaan sudah 5 orang itu include (termasuk) dari terduga pelaku," kata AKP Handreas Ardian kepada wartawan, Rabu (10/3/2021).

Dia menuturkan bahwa masih ada saksi-saksi lain yang juga bakal diperiksa.

Salah satunya adalah perekam video atau pengunggah video yang kemudian viraldi media sosial tersebut.

"Kemudian ke depan kami akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada saksi-saksi lain dan juga pihak terkait lainnya. Di antaranya yaitu pihak yang mengungah video viral, kemudian dari saksi ahli BKSDA, kemudian dari kementerian, kemudian dari dokter hewan yang menyatakan efek samping dari kuda nil yang memakan botol plastik tersebut," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendatangkan saksi ahli pidana terkait apakah masuk pada unsur pasal yang diterapkan oleh pihaknya yakni Pasal 302 KUHP.

Sementara untuk perkembangan perkaranya, Handreas mengatakan bahwa sementara ini masuk dalam tahap penyidikan.

Status ibu paruh baya terduga pelempar sampah plastik ke mulut kuda nil ini sementara belum dijadikan tersangka.

"Untuk sampai dengan saat ini masuk dalam tahap penyidikan. Untuk (status) terduga pelaku masih menjadi saksi sampai saat ini," katanya.

Dia menjelaskan bahwa perkara ini sementara mengarah ke pasal 302 ayat 1 KUHP tentang barang siapa dengan tujuan yang patut atau secara melampaui batas dengan sengaja menyakiti atau melulai hewan atau merugikan kesehatannya. 

"Di mana di sini, di dalam pasal tersebut diancam dengan pidana (kurungan penjara) 3 bulan maksimal," tuturnya.

Barang bukti yang telah disita, kata dia, berupa mobil yang digunakan oleh terduga pelaku, kemudian struk atau invoice tiket dan rekaman CCTV di Taman Safari Indonesia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved