Kisruh Partai Demokrat

Darmizal Nangis Menyesal Pernah Dukung SBY, Demokrat : Jangan Baper, Ini Bukan Sinetron Korea

Herzaky menilai, Darmizal seolah sedang ingin membuat drama baru dalam drama kudeta kepemimpinan terhadap Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono di Parta

Editor: Ardhi Sanjaya
Kompas.com
Eks kader Partai Demokrat Darmizal menahan tangis saat berbicara dalam konferesi pers yang digelar kubu kontra-AHY di Jakarta, Selasa (9/3/2021).(YouTube.com/Kompas TV) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Partai Demokrat merespons mantan kadernya, Darmizal yang terlihat menangis dan mengaku menyesal pernah mendukung Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) sehingga terpilih dalam Kongres Partai Demokrat tahun 2015.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, para mantan kadernya tidak usah terbawa perasaan usai dipecat partai.

"Mantan kade, jangan baper. Bukan sinetron Korea ini. Jangan buat drama. Seakan-akan paling punya jasa dan paling peduli terhadap partai ini," kata Herzaky dalam keterangannya, Rabu (10/3/2021).

Herzaky menilai, Darmizal seolah sedang ingin membuat drama baru dalam drama kudeta kepemimpinan terhadap Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono di Partai Demokrat.

Sebab, sepengetahuan dia, Darmizal justru tak memiliki jasa dan kepedulian terhadap partai.

Ia menyebut Darmizal justru malah kabur menjadi relawan Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

"Pas kami butuh bantuan di Pileg 2019, pas survei Partai Demokrat lagi jatuh-jatuhnya, sekitar 3-4 persen, dengan ancaman gagal electoral threshold, Darmizal malah kabur menjadi relawan Jokowi," ucapnya.

Untuk itu, dia mempertanyakan kepada Darmizal, apakah seperti itu sikap seorang kader yang setia dan militan.

Herzaky beranggapan, Darmizal sudah berkhianat atas ketika kabur dan menjadi relawan Jokowi kala itu.

"Kalau sudah berkhianat sebelumnya, tak heran kalau kemudian berkhianat lagi dengan membawa-bawa orang luar untuk dijadikan Ketua Umum dalam Kongres Luar Biasa dagelan yang tidak sah dan tidak dihadiri pemilik suara," ucap dia.

Lebih lanjut, Herzaky menilai bahwa Darmizal dari dulu tidak memiliki jasa apa pun di Partai Demokrat.

Bahkan, dia menyebut para kader senior yang mengetahui tindak-tanduk Darmizal di masa lalu, hanya bisa geleng-geleng kepala dan mengelus dada dengan tangisan itu.

Sebelumnya, Darmizal mengaku menyesal pernah mendukung Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) agar terpilih pada Kongres Partai Demokrat tahun 2015 lalu.

Salah satu penggagas KLB Deli Serdang itu mengaku dirinya merupakan sosok yang mengumpulkan ketua dewan pimpinan daerah (DPD) dan dewan pimpinan cabang (DPC) untuk mendukung SBY.

Dengan menangis tersedu-sedu, Darmizal membeberkan cerita penyesalannya itu.

"Saya sangat menyesal memang menjadi aktor tim buru sergap untuk mendatangi ketua-ketua DPD, mengumpulkan ketua-ketua DPC agar mereka berbulat tekad membangun chemistry agar Pak SBY yang dipilih dalam Kongres 2015 di Surabaya," kata Darmizal dalam konferensi pers yang disiarkan akun Youtube Kompas TV, Selasa (9/3/2021).

Berusaha menahan air matanya, Darmizal mengaku tak menyangka perbuatannya enam tahun lalu melahirkan kepengurusan di Partai Demokrat yang disebutnya diktator.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanggapi Tangis Darmizal, Demokrat: Jangan Baper, Ini Bukan Sinetron Korea"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved