Info Kesehatan
Kasus Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Bertambah, Kenali Gejala Covid-19 dari Inggris Ini
Empat kasus baru tersebar di empat provinsi, di antaranya di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan
"Hanya saja Covid-19 varian B.1.1.7 UK lebih menular," kata Dokter Spesialis Paru di Primaya Hospital Makassar, DR dr M. Harun Iskandar SpPD SpP(K).
Dalam sebuah riset, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (3/3/2021), menegaskan bahwa varian baru ini lebih menular, tetapi tidak menyebabkan lebih banyak infeksi ulang atau kemungkinan rawat inap yang lebih besar.
Baca juga: Virus Corona B.1.1.7 Jauh Lebih Menular dari Covid-19 Biasa, Ini Cara Pencegahan Agar Tak Terinfeksi
Studi yang dilakukan Profesor Sebastien Ourselin, Kepala Sekolah di Sekolah Teknik Biomedis & Ilmu Pencitraan dan Dr Claire Steves dari King's, mencoba mencari tahu apakah varian B.1.1.7 memengaruhi gejala Covid-19 yang dialami orang.
Analisis dilakukan terhadap lebih dari 65 juta laporan kesehatan yang dikirimkan ke aplikasi ZOE COVID Symptom Study oleh 1,76 juta pengguna antara 28 September dan 27 Desember 2020.
Hampir setengah juta pengguna melaporkan telah melakukan tes swab virus corona selama waktu ini, dengan 55.192 kasus melaporkan hasil positif.
"Varian Kent B.1.1.7 tampaknya tidak mengubah gejala, keparahan atau durasi Covid-19 ketika kami memperhitungkan perubahan musim dan usia orang yang terkena dampak," kata Dr Claire Steves dari School of Life Course Sciences.
"Penting untuk menekankan berbagai gejala yang dapat disebabkan oleh varian baru (B.1.1.7) dan lama, seperti sakit kepala dan sakit tenggorokan, selain tiga serangkaian gejala klasik (batuk, demam, dan hilangnya penciuman)," imbuhnya.
Baca juga: Menengok Jejak Mutasi Virus Corona B.1.1.7., Tiga Daerah di Indonesia Ini Terdeteksi
Berikit beberapa gejala Covid-19 yang disebabkan varian B.1.1.7 Inggris, yang merupakan gejala awal infeksi yang dilaporkan.
- Sesak napas
- Gangguan penciuman
- Diare
- Batuk dan pilek
- Demam
"Gejala yang timbul mirip ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), namun menurut para ahli di Inggris, beberapa pasien mengalami kondisi berat akibat gangguan pernapasan," jelas dr Kathi.
Sementara itu, terkait empat kasus baru yang ditemukan lagi terkait infeksi mutasi virus corona B.1.17, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan keempat pasien sempat mengalami gejala ringan dan sedang.
Baca juga: Beda Mutasi Virus Corona dari Inggris dengan Covid-19 Wuhan, Mana yang Lebih Berbahaya?
Nadia mengatakan, pasien sempat dirujuk ke rumah sakit, namun kondisi keempat pasien Covid-19 tersebut tidak memburuk dan kini sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Pelacakan kasus Covid-19 dari varian B.1.1.7, mutasi virus corona Inggris masih terus dilakukan.
Nadia mengimbau agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak aman.
Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Kasus Mutasi Virus Corona B.1.1.7 di Indonesia Bertambah, Apa Saja Gejala Covid-19 Inggris Ini?
https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/09/180200323/kasus-mutasi-virus-corona-b.1.1.7-di-indonesia-bertambah-apa-saja-gejala?page=all#page2
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona13.jpg)