Siswi SMA Melahirkan di UKS saat Ujian, Terungkap Ternyata Hasil Perbuatan Bejat Keluarganya Sendiri

Akibat perlakuan bejat tersebut, sang siswi SMA bahkan sampai melahirkan di UKS sekolah.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Tribunnews
Ilustrasi hamil 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kasus rudapaksa terhadap siswi SMA kembali terjadi.

Peristiwa itu terjadi di Kota Bireuen, Aceh.

Akibat perlakuan bejat tersebut, sang siswi SMA bahkan sampai melahirkan.

Ia melahirkan di UKS sekolah tanpa bantuan tenaga medis.

Hal itu sontak saja membuat teman-temannya dan pihak sekolah kaget bukan main.

Fakta mencengangkan pun terungkap dari kelahiran bayi tersebut.

Di mana siswi SMA itu ternyata merupakan korban asusila.

Pelaku yang menghamili korban diketahui merupakan keluarganya sendiri.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Serambinews.com Selasa (16/3/2021), pihak kepolisian dari Polres Bireuen terus melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut.

Korban diketahui merupakan Siswi SMA asal Kota Bireuen, Aceh berinisial MW (18) yang melahirkan di UKS sekolahnya.

Baca juga: Operasi Kanker Rahim, Dokter Kaget Temukan Ini di Perut Siswi SMA, Terungkap Perbuatan Bejat Ayah

Baca juga: Jalani Operasi Kanker, Dokter Kaget Temukan Ini di Rahim Siswi SMA, Terungkap Perbuatan Bejat Ayah

Kronologi

Berdasarkan kronologi kejadian, Kapolsek Samalanga mengatakan, keterangan dari sejumlah saksi, sekitar pukul 12.00 WIB, MW yang duduk di bangku kelas tiga sedang mengikuti ujian akhir bersama siswa lainnya di ruangan laboratorium.

Namun secara tiba-tiba, MW memberitahukan kepada tiga rekannya bahwa ia mengalami sakit perut.

Setelah itu, MW lantas ke luar dari ruangan tersebut ke kamar kecil bersama tiga rekannya.

Setiba di kamar kecil, kondisi MW sudah lemas dan berkeringat.

Melihat kondisi tersebut, tiga rekannya merasa khawatir dn membawa MW ke ruang UKS.

Sesampai di ruang UKS, MW langsung tertidur dan mengeluarkan bercak darah para rok.

Kaget melihat darah di rok MW, rekannya lantas melapor kepada gurunya dan kepala sekolah, untuk bersama-sama ke ruang UKS.

Setiba di ruang UKS tersebut, mereka sudah melihat bayi di lantai ruangan yang dilahirkan MW tanpa bantuan tenaga medis.

Wakil kepala madrasah kata Kapolsek Samalanga, langsung menghubungi Puskesmas Samalanga dan Polsek Samalanga.

Baca juga: Gadis 16 Tahun Jadi Korban Rudapaksa 4 Orang, Sempat Dicekoki Miras

Baca juga: Wanita Misterius Dirudapaksa Lalu Dibunuh Pria Sadis, Awalnya Disuruh Mandi, Terkuak Ciri Korban

Mendapat laporan tersebut, tiga personel Polsek Samalanga bergerak ke madrasah tersebut.

Belakangan diketahui MW merupakan korban rudapaksa.

Mengetahui itu, personel Polsek mencari pelaku persetubuhan atau ayah biologis dari sang bayi.

"Identitas pelaku persetubuhan diketahui dari pihak keluarga," ujar Kapolsek Samalanga, Iptu Husni Eka Jumadi.

Berbekal informasi tersebut, anggota Polsek Samalanga bergerak cepat mencari pelakunya.

Sekitar pukul 14.15 WIB, Senin (15/03/2021) pelaku persetubuhan berinisial Zul (28), warga Samalanga diamankan dan dibawa ke Polsek Samalanga.

Hasil pemeriksaan sementara, Zul mengakui perbuatannya telah melakukan persetubuhan.

Usai diperiksa di Mapolsek Samalanga, pelaku dibawa ke Polres Bireuen ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Baca juga: Habisi 2 Gadis Muda di Kamar Hotel Melati, Korban Dirudapaksa Sebelum Dibunuh? Ini Penjelasan Polisi

Baca juga: Kronologi Siswi SD Dirudapaksa Oknum Guru di Tengah Hutan, Modus Minta Antar Kasih Kado ke Pacar

Sedangkan MW setelah ditangani di Puskesmas Samalanga, kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Bireuen.

Sementara bayinya dibawa pulang ke rumah orangtua MW.

Berita lain terkait kasus rudapaksa.

(TribunnewsBogor.com/Serambinews.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved