Gara-gara Diserbu Netizen Indonesia, BWF Tutup Kolom Komentar di Akun Resminya
Sebelum akun BWF membatasi komentar, netizen Indonesia lebih dulu meninggalkan jejak komentar "pedas"
Tak sedikit pula netizen Indonesia yang menulis komentar bernada kasar dan umpatan.
Mundurnya tim Indonesia disesalkan banyak pihak karena sejumlah pemain Indonesia sejatinya telah memastikan diri lolos ke babak 16 besar.
Mereka adalah Jonatan Christie, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Seharusnya masih ada tiga wakil yang akan bertanding pada jadwal All England hari ini.
Baca juga: Cerita Pertemuan Pertama, Bibi Ngaku Tergoda Lihat Vanessa Angel Pakai Ini di Vila : Wangi Banget !
Baca juga: Dikabarkan Tewas Saat Tsunami Aceh, Bagaimana Abrip Asep Bisa Masuk Rumah Sakit Jiwa ?
Selain itu, seharusnya masih ada tiga wakil yang akan bertanding pada jadwal All England hari ini.
Ketiga wakil Indonesia itu yakni Anthony Sinisuka Ginting, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Galaknya Netizen Indonesia
Dibatasinya komentar di akun Instagram resmi BWF menambah daftar panjang bukti betapa galaknya netizen Indonesia.
Sebelumnya, gamer catur online dunia Levy Rozman, mendadak mengunci akun Instagram dan Twitter-nya dengan handle @GothamChess, setelah pertandingan melawan pemain catur asal Indonesia dengan akun ID Dewa_Kipas alias Dadang Subur di Chess.com, menuai polemik.
Banyak orang Indonesia -baik yang paham atau sekadar ikutan- merundung akun Instagram dan Twitter @GothamChess dan membela Dewa_Kipas.
Sebelumnya, aksi serampangan warganet Indonesia juga membuat akun Instagram resmi Microsoft sempat menutup kolom komentar.
Kuat dugaan, penutupan dilakukan setelah banyak warganet Indonesia membanjiri komentar negatif di beberapa unggahan akun Microsoft.
Setelah Diserbu Warganet Indonesia Kemarahan warganet bersumber dari laporan terbaru Microsoft tentang Digital Civility Index (DCI) yang mengukur tingkat kesopanan pengguna internet di dunia maya.
Dalam laporan tersebut, indeks kesopanan pengguna internet Indonesia dinilai rendah di tingkat global.
Banyak komentar berbahasa Indonesia berisi umpatan dan kata kasar, seolah-olah "membenarkan" survei yang dipublikasi Microsoft.