Breaking News:

Peringati Hari Air Sedunia, Sungai Ciliwung Dibersihkan dari Tumpukan Sampah

Kepala DLH Kota Bogor, Deni Wismanto menjelaskan, peringatan Hari Air Sedunia ini DLH bersama pihak lainnya melakukan bebersih di enam titik aliran

istimewa/Pemkot Bogor
Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satgas Naturalisasi Ciliwung dan aparatur wilayah serta warga melakukan giat Bebersih Sungai Ciliwung. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Memperingati Hari Air Sedunia setiap 22 Maret, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satgas Naturalisasi Ciliwung dan aparatur wilayah serta warga melakukan giat Bebersih Sungai Ciliwung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan tersebar di enam titik di Kota Bogor (Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Utara dan Tanah Sareal), Minggu (21/3/2021) pagi.

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor, Dedie A Rachim menuturkan, salah satu aktivitas rutin Pramuka adalah menjaga kelestarian alam dan berkontribusi dalam pemulihan lingkungan hidup yang rusak karena ulah segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab.

"Hari ini bersama dengan OPD dan unsur wilayah telah mengumpulkan 500 karung sampah yang diangkat dari 6 titik lokasi acara. Mudah-mudahan dapat menggugah masyarakat untuk menjaga sungai dan air sebagai sumber kehidupan," kata Dedie yang juga Wakil Wali Kota Bogor.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bogor, Deni Wismanto menjelaskan, peringatan Hari Air Sedunia ini DLH bersama pihak lainnya melakukan bebersih di enam titik aliran sungai Ciliwung.

Maksud dan tujuannya adalah agar sungai Ciliwung tetap terjaga, karena sungai merupakan sumber saluran air dan air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga kebersihannya.

Di Hari Air Sedunia ini Deni mengajak warga, khususnya warga di sekitar sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai karena bisa mencemarinya.

"Kita juga mengajak adik-adik pramuka membantu menyosialisasikan untuk tidak membuang sampah sembarangan kepada orang terdekat, keluarga dan lingkungan sekitar," kata Deni yang juga menjabat Waka Abdimas Kwarcab Pramuka Kota Bogor.

Ia juga mengajak warga untuk mengurangi sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

Caranya dengan memilah sampah yang jika diolah akan mendatangkan nilai ekonomi.

Salah satunya sampah organik yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk maupun untuk pakan budidaya maggot.

"Karena 500-600 ton sampah di Kota Bogor 60 persennya adalah sampah organik. Jika bisa dikelola baik, maka akan menjadi sumber pendapatan warga," jelasnya.

Belum lama ini, Kota Bogor mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai satu dari 13 kota yang progresif melakukan upaya pengurangan sampah.

"Mudah-mudah kita bisa lebih optimal mengurangi dan memanfaatkan sampah. Tentunya pemerintah tidak bisa sendiri, harus dibantu semua elemen warga," katanya.(*)

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved