Bom di Makassar
Gereja di Makasar di Teror Bom, Jemaat Gereja Katedral Kota Bogor Tetap Beribadah Normal
Dia menjelaskan bahwa ibadah misa sejak pagi sampai siang ini berjalan lancar tanpa kendala.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Beredar kabar bahwa prosesi peribadatan di Gereja Katedral Kota Bogor mendadak dihentikan pasca bom meledak di Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3/2021).
Namun kabar ini dibantah oleh pihak keamanan Gereja Katedral Kota Bogor.
Para jemaat yang melakukan di gereja katedral ini tetap beribadah normal.
"(Ibadah) Tetep normal, normal corona (terbatas)," kata salah satu petugas keamanan gereja, Jimi kepada TribunnewsBogor.com.
Hal serupa juga diakui oleh salah satu jemaat, Boni (38).
Baca juga: 1 Orang Tewas, Ini Kesaksian Korban Selamat saat Bom di Katedral Makassar: Seumur Hidup Baru Lihat
Baca juga: Detik-detik Bom Meledak di Depan Gereja Katedral Makassar Terekam CCTV, Motor Hangus Depan Gerbang
Dia menjelaskan bahwa ibadah misa sejak pagi sampai siang ini berjalan lancar tanpa kendala.
"Tadi pagi kan ada (ibadah) jam 07.00, jam 08.00 dan jam 11.00 WIB itu lancar semua," kata Boni.
Dia menjelaskan bahwa pihak gereja tidak langsung membubarkan jemaat di tengah peribadatan.
"Enggak, enggak dibubarin, walau pun keamanan cuma internal saja semenjak kejadian yang di Makasar itu," kata Boni.
Saat peribadatan berlangsung, kata Boni, pengamanan gereja biasanya memang langsung diperketat dengan gerbang langsung ditutup dan orang yang tidak berkepentingan dilarang memasuki area gereja.
9 Korban
Sembilan orang mengalami luka-luka setelah terjadi aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi.
Seluruh korban luka beberapa diantaranya merupakan jemaat Gereja Katedral Makassar telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
Dari pantauan tribun-timur.com di lokasi, sejumlah keluarga korban sementara menunggu di depan RS akademis.
Delapan korban berjenis kelamin perempuan yakni,
Tuti (30), Wenti (35), Asni (29), Betty, Kris, Karina, Valeria, Edel Lina
Mereka mengalami luka disejumlah bagian tubuhnya.
Dari informasi dihimpun Tribun-timur.com, satu diantaranya telah dipulangkan karena hanya mengalami luka ringan dan telah membaik.
Terlihat tujuh korban lainya masih mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: 1 Orang Tewas, Ini Kesaksian Korban Selamat saat Bom di Katedral Makassar: Seumur Hidup Baru Lihat
Baca juga: Suami Istri Merinding Lihat Ledakan Bom di Gereja Makassar, Sebut Tubuh Manusia Berserakan : Ngeri !
Tampak juga petugas kepolisian berjaga-jaga disekitar lokasi.
Selain itu, Tim Forensik Dokpol Polda Sulsel juga berada di RS Akademis guna mengindtifikasi para korban.
Penjelasan Resmi Kapolda Sulsel
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam mengungkapkan, ada 9 masyarakat yang mengalami luka-luka akibat bom bunuh diri yang terjadi Gereja Katedral, Jl Kajolalido, Makassar, Minggu (28/3/2021) pukul 10.35 Wita.
Lanjutnya, 9 masyarakat tersebut terdiri dari petugas gereja dan jemaat.
"Saat ini kita sedang menjaga parimeter dan penanganan TKP, sementara data awal yang kita sampaikan 1 korban yang dipastikan sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut," ungkap Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam.
Baca juga: Menag Yaqut : Aksi Pengeboman di Depan Gereja Katedral Makassar Merupakan Tindakan Keji
"Kemudian ada 9 masyarakat, 5 petugas gereja, dan 4 jemaah yg saat ini sedang dalam perawatan," lanjutnya.
Pihaknya juga sedang melakukan pengamanan bersama Densus 88, untuk mengumpulkan bukti yang ada.
"Bersama dengan Densus 88, kita sementara melakukan oleh TKP dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada," tuturnya.
Saat ini 9 korban yang mengalami luka-luka sedang di rawat di 3 Rumah Sakit, yaitu RS. Stella Maris, Plamonia, dan Bhayangkara.
Diberitakan sebelumnya, Warga Makassar dikejutkan dengan sebuah ledakan bom di depan Gereja Katedral Jl Kajaolalido Makassar, Minggu (28/3/2021), pagi.
Petugas kepolisian menutup Jalan R.A Kartini, sehingga setiap kendaraan yang ingin melintas di alihkan ke Jalan Sultan Hasanuddin.
Terlihat juga masyarakat berkerumun di sekitar lokasi kejadian.
Dan saat ini, sekitar 100 meter dari Gereja Katedral, sudah dipasangi garis polisi, yang dijaga oleh anggota Brimob.
Penjelasan Saksi Mata
Laele (56 tahun) dan istrinya, selamat dari ledakan bom bunuh diri di Makassar.
Diketahui, terjadi ledakan diduga bom bunuh diri di Makassar, tepatnya di depan Gereja KatedraJl Kajaolalido Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021), pagi.
Berikut selengkapnya!
Baca juga: Detik-detik Bom Meledak di Depan Gereja Katedral Makassar Terekam CCTV, Motor Hangus Depan Gerbang
Laele (56 tahun), tak menyangka, perjalanan bersama istri pulang ke rumahnya di Jl Veteran Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, pukul 10.19 Wita, berujung kejutan dan luka.
"Saya pas pulang terapi air laut dari Pantai dekat benteng, pulang lewat Jl Kajaolalido, pas depan katedral ada banyak orang dan langsung meledak," kata Laele, sekitar 61 menit usai ledakan bom di depan gerbang utama Katedral Makassar, Jl Kajaolalido, Karebosi, Makassar, sekitar pukul 10.20 wita.
Laele merupakan penyuluh agama level kelurahan di Mamajang, Makassar,
Sedikitnya 2 korban meninggal. Ada 10 korban luka.
Satu pelaku bom dan warga yang kebetulan berada di depan gerbang Katedral.

Laele termasuk satu korban luka ringan. saat ledakan bom terjadi dia melintas pelan-pelan.
Laele membonceng di motor yang dikendarai istrinya, Sitti Naima, (39 Tahun).
"Saya belum bisa bawa motor karena sakit, jadi istri yg bonceng," ujar warga Lorong VIII Jl. Veteran Selatan Lr. 8 No. 3B Kec. Mamajang Makassar.
Kepada Tribun, Laele bercerita, motor yang dikendarai istrinya hanya kecepatan minim.
Baca juga: BREAKING NEWS - Bom Meledak di Gereja Katedral Makassar, Warga Berhamburan
"Pelan-pelan sekali. Pas lewat Jl Kartini, karena ada mobil dan banyak orang, saya bilang pelan-pelan. baru bicara langsung meledak."
Dia mengaku trauma dan kaget bukan kepalang.
Dia mengaku mendengar ledakan besar diikuti api dan asap.
Motornya oleng lalu dia dan istrinya lihat tubuh manusia berserakan seperti rambut di trotoar jalan.
"Ngeri sekali Pak, seumur hidup baru saya lihat begitu," ujarnya terbata-bata via telepon.
Pasalnya saat itu lalu lintas relatif sepi dan tak banyak kendaraan.
Laele, sendiri adalah Penyuluh Agama Islam Non-PNS Kecamatan Mamajang.
Saat dikonfirmasi Tribun, sekitar pukul 12.13 Wita, dia baru menunaikan salat lohor di rumahnya.
"Alhamdulillah saya dan istri selamat Pak," ujarnya dengan nada bicara yang masih gagap dan nafas tersengal.
Laporan dari polisi yang diterima Tribun, Sekitar pukul 10.20 wita, terjadi ledakan bom yang diduga kuat dibawa seseorang pria ke lokasi gerbang.
Satpam Katedral mengaku melihat pelaku, bergegas masuk ke halaman depan Katedral di Pertigaan Jl Kajaolalido- Jl RA Kartini.
Menurut keterangan M Akbar, (23 tahun), Security Master Place, ia berjaga warung depan Gereja Katedral.
Dia sempat melihat kerumunan orang di depan gereja dan tiba - tiba mendengar suara ledakan dan melihat potongan badan berserakan di Jalan.
"Ledakannya bikin ngilu telinga," kata warga Perum Bulurokeng Permai, Biringkanaya, 21 km tenggara Makassar ini.
Keterangan:
Adapun yang ditemukan di TKP :
1. Potongan Badan yang berserakan di Jl.Kajaolalido.
2. Paku dan lempengan Plat yang diduga dari Bom.
3. 1 (satu) Unit motor terbakar di pintu pagar Gereja Katedral.
Adapun Akibat dari Kejadian :
1. Mobil Honda Mobilio Nopol DD 1799 UK.
2. Taxi, Nopol DP 1901
3. Kaca
Pukul 10.25 wita, Personel Sat Intelkam yang standby Mako tiba dan langsung mengamankan TKP.
Pukul 10.35 wita, Kapolrestabes Makassar tiba di TKP.
Pukul 10.50 wita, Kasat Intelkam Polrestabes Makassar tiba di TKP.
Pukul 11.00 wita, Kapolda Sulsel tiba di TKP.
Demikian Perkembangan di Laporkan.
Video detik-detik bom bunuh diri di Makassar
Beredar video detik-detik diduga bom bunuh diri di Makassar, tepatnya di depan Gereja KatedraJl Kajaolalido Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021), pagi.
Juga video usai Bom di Gereja Makassar terjadi.
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Ini Nama-nama 8 Korban Ledakan Bom di Gereja Ketedral Dirawat di RS Akademis Makassar
Berita Bom di Makassar lainnya