Bom di Makassar
Asal Usul Motor yang Dipakai Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar, Ternyata Dibeli Honorer DPRD
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan dua pelaku bom bunuh diri menggunakan motor dengan plat nomor DD 5984 MD.
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Nama seorang pegawai honorer DPRD Sulsel turut terseret dalam kasus bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.
Betapa tidak, motor yang dipakai pelaku bom bunuh diri ternyata atas nama dirinya.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan dua pelaku bom bunuh diri menggunakan motor dengan plat nomor DD 5984 MD.
"Kita mendapatkan informasi ada dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua berjenis matic dengan plat nomor DD 5984MD."
"Diduga dinaiki oleh dua orang yang kemudian terjadi ledakan di pintu gerbang gereja katedral Makassar.
Pelaku memasuki pelataran dari Gereja Katedral yang kebetulan adalah jam tersebut telah selesai kegiatan misa," kata Argo dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Kompas TV.
Argo juga mengatakan, sebelum memasuki area Gereja Katedral, pelaku sempat dicegat oleh security gereja.
"Dua orang yang mau masuk sempat dicegat oleh security daripada gereja tersebut, kemudian terjadi ledakan tersebut," jelasnya.
Motor yang dipakai pelaku bom bunuh berjenis matic.
Pelaku mengendatai motor warna hitam dengan corak oranye.
Setelah ditelusuri motor tersebut pernah menjadi milik honorer DPRD Sulsel, Adi Kurniawan.
Melansir Tribun Timur, motor itu dibeli oleh Adi Kurniawan atas nama kakaknya, Hasniawati.
Namun kini menurut pengakuan Adi, motor tersebut sudah bukan menjadi miliknya lagi.
Pasalnya pada tahun 2015 silam, motor itu sudah ditarik oleh debt collector.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sudah mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri depan Gereja Katedral Makassar.