Breaking News:

Disebut Dungu dan Pandir, Jaksa Balas Pengacara Rizieq Shihab : Belajar Lebih Giat Lagi

Jaksa menyayangkan sikap tim penasehat hukum Rizieq Shihab yang menuding JPU dungu dalam penentuan pasal berlapis dalam surat dakwaan.

Youtube Kompas TV
Sidang online Rizieq Shihab diprotes 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Jaksa penuntut umum membalas pernyataan tim pengacara Rizieq Shihab.

Jaksa menyayangkan sikap tim penasehat hukum Rizieq Shihab yang menuding JPU dungu dalam penentuan pasal berlapis dalam surat dakwaan.

Jaksa menyampaikan sikapnya pada sidang lanjutan Rizieq Shihab kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).

Jaksa mengatakan tim kuasa hukum Rizieq Shihab telah kehabisan akal untuk mencari letak kesalahan pada dakwaan yang dibacakan Jumat (19/3/2021).

"Justru kami menganggap Penasehat Hukum telah kehabisan akal untuk mencari di mana letak kekeliruan pihak jaksa penuntut umum," kata seorang anggota JPU saat membacakan bantahan eksepsi, Selasa siang.

Menurut JPU, keberatan dari tim kuasa hukum Rizieq Shihab dalam eksepsi tidak sesuai pada 143 ayat 2 huruf b KUHAP.

Dimana tertuan uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan dengan menyebut waktiu dan tempat tindak pidana itu.

"Kemudian dijadikan sebagai bahan keberatan yang jelas-jelas bukan termasuk ruang lingkup eksepsi sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 143 ayat 2 huruf b," papar JPU.

Melansir Kompas.com jaksa menambahkan, tim kuasa hukum Rizieq Shihab tidak mengerti azas mendasar dalam hukum pidana yakni Lex Specialis Derogat Legi Generali yang berarti peraturan khusus menyampingkan peraturan umum.

Sidang virtual pembacaan eksepsi Rizieq Shihab yang digelar oleh PN Jakarta Timur, Selasa (23/3/2021).
Sidang virtual pembacaan eksepsi Rizieq Shihab yang digelar oleh PN Jakarta Timur, Selasa (23/3/2021). (YouTube PN Jaktim)

Azas itu sempat disebut pihak pengacara Rizieq saat membacakan eksepsi, Jumat (26/3/2021).
Mereka keberatan dengan pihak jaksa yang menyatukan tiga pasal sekaligus dalam satu surat dakwaan.

Halaman
123
Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved