Breaking News:

Musrenbang Kota Bogor 2022, Pemkot Ingin Tingkatkan IPM

Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota dengan suasana yang sangat berbeda.

Istimewa/Pemkot Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota dengan suasana yang sangat berbeda. Yakni di halaman luar kantor Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota dengan suasana yang sangat berbeda. Yakni di halaman luar kantor Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (31/3/2021).

Selain penanganan pandemi, ada kondisi darurat lainnya yang saat ini sedang menjadi fokus di Kota Bogor. Terutama untuk rencana pembangunan di tahun 2022 mendatang.

"Kenapa darurat? IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita turun. IPM ini adalah indikator yang paling lazim yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya saat Musrenbang yang didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Sekretaris Daerah (Sekda) Syarifah Sofiah dan Ketua DPRD, Atang Trisnanto.

Dari data yang ada, IPM Kota Bogor tahun 2020 yang lalu turun 0,12 poin menjadi 76,11. Sehingga kata Bima Arya, pada 2024 Pemkot Bogor memiliki target 78,89 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun target ini akan sulit terealisasi jika tak serius mengejarnya.

"Memang bukan Kota Bogor saja yang turun, semuanya turun. Tapi jelas kita harus kerja keras agar bisa kembali normal. Kalau kota lain normal, kita masih turun, berarti ada yang salah dengan kita," beber Bima Arya.

Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota dengan suasana yang sangat berbeda. Yakni di halaman luar kantor Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (31/3/2021).
Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota dengan suasana yang sangat berbeda. Yakni di halaman luar kantor Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (31/3/2021). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Untuk itu, tahun ini dan 2022 mendatang Bima Arya mencanangkan akselerasi untuk mengejar ketertinggalan realisasi. Tak hanya itu, data lain menunjukkan ekonomi yang turun 6,57 persen, pengangguran naik 3,6 persen, pun dengan tingkat kemiskinan yang berada di angka 6,68 persen.

Dengan angka Covid-19 yang perlahan sudah terkendali, akselerasi itu kemudian wajib disemangati. Sehingga Pemkot Bogor bisa kembali fokus dengan hal - hal yang lain.

"Seperti yang telah saya sampaikan tetap fokus pada kesehatan, vaksinasi kita geber terus. Kemudian kampanye Germas hidup sehat terus kita gencarkan. Adanya hubungan antara mobilitas warga, aktivitas dan juga tingkat Covid. Jadi ke depan terus kita jaga," jelasnya.

Kemudian, kata wali kota, adalah fokus pada economy recovery atau mengurangi pengangguran. Seperti padat karya pada program - program pemerintah. Untuk itu, ia meminta semua perangkat daerah untuk benar - benar mengawal memastikan bahwa APBD atau APBN bisa dinikmati oleh warga Kota Bogor.

"Memang kita tidak bisa melakukan intervensi, tapi semaksimal mungkin kita ikhtiar untuk mendorong agar warga menikmati itu, mereka yang mengerjakan kegiatan dan sebagainya," paparnya.

Halaman
123
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved