Selain Larangan Mudik, PNS Dilarang Ambil Cuti Lebaran, Jika Melanggar Siap-siap Ini Sanksinya !
Tak hanya dilarang mudik, aparatur sipil negara ( ASN) dan PNS dalam SE tersebut juga tidak diperbolehkan mengajukan Cuti Lebaran tahun 2021.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB) Tjahjo Kumolo kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021.
Tak hanya dilarang mudik, aparatur sipil negara ( ASN) dan PNS dalam SE tersebut juga tidak diperbolehkan mengajukan Cuti Lebaran tahun 2021.
Mengutip Kompas.com, larangan ini diberlakukan mulai 6 hingga 17 Mei 2021.
Dalam poin pertama di SE yang diterbitkan Rabu (7/4/2021), pegawai ASN/PNS dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah atau mudik pada periode yang telah ditentukan itu.
"Pegawai aparatur sipil negara tidak mengajukan cuti selama periode sebagaimana dimaksud pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021," demikian bunyi ketentuan salah satu poin dalam SE yang diterbitkan hari ini.
Baca juga: Mudik Dilarang, Hanya Orang-orang Ini yang Boleh ke Luar Jakarta saat Lebaran 2021
Baca juga: Resmi ! Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Tetap Berikan Jatah Cuti
Dalam edaran tersebut juga dijelaskan soal sanksi disiplin kepada ASN yang melanggar SE tersebut.
Hal tersebut sesuai dengan ketentuan di dalam PP No.53/2010 tentang Disiplin PNS dan PP No.49/2018 tentang Manajemen PPPK.
Kendati demikian, larangan ini dikecualikan untuk ASN yang ingin melakukan cuti melahirkan, cuti karena alasan mendesak, maupun cuti sakit.
Sebelumnya pemerintah telah melarang seluruh masyarakat untuk melakukan mudik lebaran pada tahun ini.
Hal ini dilakukan dalam upaya pencegahan lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.
Tak hanya TNI-Polri, Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawan BUMN, hingga karyawan swasta yang dilarang mudik.
Namun masyarakat umum lainnya juga diminta untuk tidak berpergian ke luar kota, kecuali jika ada hal yang benar-benar mendesak.
Larangan mudik
Pemerintah mengumumkan larangan mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, usai Rapat Tingkat Menteri, Jumat (26/3/2021).