Breaking News:

Ketua MUI Kota Bogor: Vaksinasi Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa

MUI menyatakan bahwa suntik vaksin Covid-19 yang dilakukan di siang hari saat ibadah puasa di bulan Ramadan tak membatalkan puasa.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH. Mustofa Abdullah Bin Nuh menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Majelis ulama Indonesia (MUI) sendiri sudah mengeluarkan fatwa terkait vaksinasi Covid-19.

MUI menyatakan bahwa suntik vaksin Covid-19 yang dilakukan di siang hari saat ibadah puasa di bulan Ramadan tak membatalkan puasa.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua MUI Kota Bogor

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH Mustofa Abdullah Bin Nuh mengatakan bahwa vaksin Covid-19 dilakukan bukan di area terbuka.

Sehingga vaksin Covid-19 tidak membatalkan puasa walaupun dilakukan di siang hari saat bulan Ramadhan.

"Vaksin saat bulanpuasa, tidak masalah, injeksi atau suntikan di kulit tidak membatalkan puasa," katanya.

Berbeda dengan zaman dahulu ketika vaksin dilakukan melalui lubang anus.

"Zaman dulu injeksi mohon maaf melewati lubang anus itu membatalkan, nah antara injeksi yang dulu dan sekarang berbeda, kalau jaman dulu melalui anus membatalkan kalau sekarang itu lewat kulit tidak batal dan diperbolehkan, silahkan," ujarnya.

Kiai Toto juga menyampaikan bahwa virus Covid-19 merupakan kuasa Allah, maka sesama muslim Ia juga mengingatkan agat mentaati sunatullah untuk terhindar dari penyakit.

"Sesama muslim saya sangat menekankan sesama saudara untuk mentaati Sunatullah corona sebuah penyakit yang datang dari Allah, virus corona dari Allah, namun tentu segala sesuatu perlu melewati sunatullah di antaranya adalah kita harus menjaga tentu menjaga lebih baik daripada mengobati Insya Allah semua baik," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa segala seuatu yang baik yang dilakukan saat bulan Ramadhan mendapat pahala berkali kali lipat.

"Jadi marilah kita jalani ibadah puasa tanpa ada beban dan tentu berkenaan merebaknya pandemi kira harus mentaati sunattllah, menjaga lebih baik daripada mengobati," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved