Breaking News:

Prostitusi Online di Bogor

Praktik Prostitusi Online di Kota Bogor, 3 Wanita Bisa Kencan 10 Kali dengan Pria Hidung Belang

Dari hasil pengungkapan itu polisi mendapat keterangan dari para korban bisa berkencan lebih dari 10 kali dengan para pria hidung belang dalam waktu s

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhony Erwanto saat memperlihatkan pelaku TP, Senin (12/4/2021) di Mapolresta Bogor Kota. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Satreskrim Polresta Bogor Kota melalui operasi pekat berhasil menghentikan praktek prostitusi online yang diduga dilakukan oleh anak di bawah umur dan seorang remaja di sebuah unit apartmen di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Dari hasil pengungkapan praktik prostitusi online itu polisi mengamankan seorang wanita DAP (17) yang diduga sebagai mucikari, FY (20) sebagai penyedia kamar, dan tiga orang yang akan dijadikan pekerja seks komersil yakni MRM (17), SGA (16), FM.

Dari hasil pengungkapan itu, polisi mendapat keterangan dari para korban bahwa mereka bisa berkencan lebih dari 10 kali dengan para pria hidung belang dalam waktu satu bulan.

"Kalau untuk satu bulan bisa sampai puluhan kegiatannya (terduga mucikari dan penyedia unit apartmen), tetapi kalau untuk tersangka dan korbannya yang tiga oranh ini ketika kita mintai keterangan mengaku ada lebih dari 10 kali," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhony Erwanto.

Praktek prostitusi tersebut terbongkar dari adanya laporan penghuni apartmen yang curiga dengan aktivitas para anak remaja dan anak anak di bawah umur yang sering keluar masuk unit apartmen  membawa orang-orang yang tidak dikenal.

Mendapati laporan itu polisi langsung melakukan penyelidikan pada Kamis (8/4/2021).

"Loran dari warga diapartemen itu sering terjadi kegiatan prostitusi online  karena disitu ada wanita-wanita yang sering keluar masuk ke situ, penghuni disana merasa tidak nyaman makanya kita melakukan penyelidikan disana, Saat ditangakap itu awalnya dari kamar 1206 lantai 12," katanya saat pres rilis usai apel gelar pasukan di Lapangan Pusdikzi Jalan Sudirman, Kota Bogor, Senin (12/4/2021).

Dari pengungkapan kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti uang tunai hasil transasksi prostitusi online, handphone yang berisi percakapan transaksi serta satu bungkus plastik minuman keras jenis anggur merah.

Atas perbuatannya para tersangka terancam pasal tindak pidana 
perdangangan orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pasal 2 jo Pasal 10 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Ancaman hukuman dipidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 15  tahun dan denda paling sedikit Rp120.000.000,00 juta," katanya.

Saat ini para tersangka dan korban yang berada di bawah umur ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak  (Unit PPA) Satrekrim Polresta Bogor Kota.

"Saat ini pelaku dan korban masih terus dimintai keterangan, dan kita juga melakukan pemeriksaan psikologisnya," kata Kanit PPA Polresta Bogor Kota Iptu Ni Komang Amini.

Sementara itu mengenai latar belakang anak dibawah umur terlibat prostitusi online itu masih terus dalam psnyelidikan dan pendalaman lebih jauh dari pihak kepolisian.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved