Ramadhan 2021

Lebaran 2021, Jokowi dan Para Menteri Tidak Akan Mudik

pemerintah secara tegas menegakkan kebijakan larangan mudik yang telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Editor: Ardhi Sanjaya
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Fadjroel Rachman usai ditunjuk sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan mudik pada lebaran tahun 2021.

Hal itu untuk meyakinkan masyarakat terkait adanya larangan mudik dari pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Tak hanya Jokowi, para menteri dan kepala lembaga juga tidak akan mudik lebaran 2021.

"Saya akan meyakinkan kepada publik bahwa Presiden Joko Widodo, semua menteri, semua kepala lembaga, selain sudah dilarang untuk open house, mereka juga tidak akan pulang," ujarnya, dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Kamis (15/4/2021).

"Teladan-teladan seperti ini yang kita butuhkan, selain memang larangan itu tetap dilakukan di lapangan," lanjut Fadjroel.

Dirinya berharap optimisme untuk mencegah Covid-19 bisa dilakukan dengan mematuhi larangan mudik lebaran 2021.

"Optimisme kita bangun dari orang-orang yang opinion leader, para ahli, bahwa kita betul-betul meyakini bisa melawan Covid-19 dengan kedisplinan, dengan teladan, juga kita mematuhi peraturan yang sudah dibuat di lapangan baik oleh kementerian atau lembaga," jelasnya.

Pemerintah Larang Mudik

Sebelumnya, pemerintah secara tegas menegakkan kebijakan larangan mudik yang telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Kementerian Perhubungan secara konsisten akan menindaklanjuti kebijakan tersebut.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

“Menko PMK sudah mengeluarkan dan menetapkan mudik lebaran dilarang dari tanggal 6 sampai 17 Mei."

"Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan secara konsisten akan menindaklanjuti secara lebih detail,” ujarnya, dikutip dari laman presidenri.go.id.

Berdasarkan apa yang terjadi pada waktu sebelumnya, terjadi lonjakan kasus aktif setelah adanya libur panjang dan mudik.

Bahkan, di bulan Januari 2021, selepas libur natal dan tahun baru, Budi mengungkapkan terjadi kenaikan tajam kasus kematian tenaga kesehatan sebanyak lebih dari 100 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved