Bunuh Kekasih, Oknum TNI Pura-pura Ikut Mencari, Sempat Datangi TKP dan Lucuti Pakaian Korban

Usai membunuh kekasihnya, Praka MAM pun berpura-pura ikut mencari saat keluarga korban melaporkan kehilangan korban.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: khairunnisa
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Situasi rumah duka saat sebelum pemakaman RR (32) yang beralamat di Perum, Batu Ampar Permai kemarin, Rabu (14/4/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang guru SD di Balikpapan, Kalimantan Timur ditemukan tinggal tulang belulang setelah satu bulan menghilang.

Guru berinisial RR (33) itu rupanya dibunuh oleh kekasihnya sendiri yang merupakan seorang anggota TNI Angkatan Darat yang bertugas di Balikpapan, Praka MAM (30).

Praka MAM tega menghabisi nyawa kekasihnya itu lantaran kesal karena terus menerus ditanya kapan akan menikahinya.

Usai membunuh kekasihnya, Praka MAM pun berpura-pura ikut mencari saat keluarga korban melaporkan kehilangan korban.

Bahkan, Praka MAM juga sempat mendatangi lokasi pembunuhan dua minggu setelah melakukan aksinya.

Di TKP, Praka MAM pun melucuti pakaian korban.

Dilansir dari TribunKaltim Sabtu (17/4/2021), Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) VI Mulawarman Letkol Inf Muhammad Taufik Hanif mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) VI Mulawarman.

"Terhadap diduga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan intensif dan resmi ditahan karena merupakan orang terakhir yang mengantarkan korban," kata Taufik.

Menurut Taufik, anggota TNI berpangkat prajurit kepala itu sudah mengakui perbuatannya.

"Pelaku dan korban kenalan di sosial media (Facebook) sejak 2019. Statusnya pacaran. Namun, pelaku kesal karena ditanya kapan menikahi dirinya terus. Intinya modus asmara," jelas Taufik.

Baca juga: Pria Penganiaya Perawat Keringat Dingin Minta Maaf ke Korban, Istri Malah Tulis Cacian Ini di Medsos

Baca juga: Ini Sosok JT, Pengusaha Sparepart Mobil yang Aniaya Perawat di RS Siloam Palembang, Kini Minta Maaf

Pembunuhan itu terjadi pada 1 Maret 2021.

Keluarga yang tidak kunjung mendapat kabar dari RR sempat membuat laporan orang hilang.

Kapendam VI Mulawarman, Letkol Inf Muhammad Taufik Hanif ditemui di ruangannya, Rabu (14/4/2021).
Kapendam VI Mulawarman, Letkol Inf Muhammad Taufik Hanif ditemui di ruangannya, Rabu (14/4/2021). (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Hingga akhirnya jasad RR ditemukan dalam keadaan tinggal tulang di Jalan Transad, Balikpapan Timur, pada Selasa (13/4/2021).

"Sudah satu bulan kejadiannya jadi sisa tulang-tulang saja. Tapi sudah ditemukan semua tulangnya," ujarnya.

Sementara untuk proses hukum, Taufik menegaskan, pihaknya akan memproses kasus ini secara hukum sampai tuntas.

"Diproses KUHP dan hukum yang berlaku," tutupnya.

Datangi TKP 2 Minggu Setelah Pembunuhan

Taufik juga menjelaskan, terdapat perbedaan keterangan dari tersangka maupun keluarga korban mengenai kronologi pembunuhan.

Beredar kabar bahwa Praka MAM melakukan mutilasi terhadap korban, namun belakangan diketahui kalau itu hanya sebatas pengakuannya saja.

"Jadi memang sesuai dengan pengakuan dari (keluarga) korban, yaitu pada saat tersangka mau membunuh, korban di ajak ke tempat tersebut (TKP) untuk melihat pemandangan," ungkap Letkol Inf Taufik diruangannya, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Pembunuh Kerabat Jokowi Divonis Hukuman Mati, Ini Sosok Sang Pelaku Nekat Bakar Mobil Yulia

Baca juga: Aksi Keji Cucu Bunuh Nenek Terungkap, Sengaja Pasang Benda Ini di Tubuh Korban Agar Tak Ketahuan

Kemudian pada tengah saat duduk berdua, lanjutnya Taufik, tersangka mencekik leher korban dengan tangan kanan hingga meninggal dunia.

Dijelaskan lebih lanjut, usai 2 minggu pasca pembunuhan, Praka MAM kembali mendatangi lokasi ia membunuh korban.

Di sana, Praka MAM melucuti pakaian korban dan membawanya dengan maksud menghilangkan jejak.

"Setelah 2 minggu, diambil. Kalau pengakuan (keluarga) korban, jaket, jilbab kalau tidak salah, diambil kemudian dibuang ke tempat yang jauhnya sekitar 2-3 kilometer dari TKP," jelas Letkol Inf Taufik.

Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dimakamkan di TPU Kariangau kemarin sore, Rabu (15/4/2021).

Sempat Pura-pura Ikut Mencari

Ayah korban, Kuswanto mengatakan, bahwa dirinya sangat geram terhadap apa yang dilakukan Praka MAM kepada putrinya.

Bagaimana tidak, setelah anaknya hilang kabar pada 1 Maret lalu, Praka MAM, menurut Kuswanto, sempat memainkan drama.

Ia seolah tidak mengetahui keberadaan sang kekasihnya itu, dan berpura-pura ikut mencari korban.

Tak hanya itu, Praka MAM juga menghabisi anaknya dengan cara tak wajar yakni saat ditemukan hanya tersisa tulang belulang saja.

"Pertama dia sudah bohong, dia pura-pura ikut mencari seolah-olah tidak tahu. Terus dia sudah melakukan pembunuhan berencana. Lalu dia membunuh dengan cara begitu, saya jelas nggak terima," tegasnya Kuswanto, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Sering Cekcok, Pria di Singkawang Bunuh Ayah Kandung, Ngakunya Sakit Hati

Baca juga: Pengakuan Pelaku Bunuh Pacarnya saat Bercinta di Kuburan, Korban: Bang ke Tempat Sepi Yok

Kuswanto bahkan menuntut Praka MAM dihukum mati atas apa yang dilakukannya itu.

Namun ia tetap menyerahkan kepada penyidik untuk kasus tersebut.

"Dari saya selaku keluarga, harapan saya dia (tersangka) dituntut hukuman mati," tutupnya.

Terancam Hukuman Mati

Menurut Taufik, atas perbuatannya, Praka MAM terancam hukuman mati.

"Jadi bantuan hukum dari Pomdam diberikan kepada yang bersangkutan karena kan ancamannya hukuman mati. Sesuai dengan kesalahan dia," sebutnya.

Di mana diketahui bahwa kini Praka MAM terancam hukuman mati dengan jerat Pasal 340 KUHP.

Sebelum itu, ia akan menjalani persidangan di Pengadilan Militer untuk mencabut kedinasan atau pemecatan.

"Tadi juga sudah konfirmasi ke Danpomdam, seperti itu. Dikenakannya pasal 340. Selain itu juga secara militer juga ancamannya dipecat dari dinasnya," tutup Pria yang sempat menjabat sebagai Dandim 0730 Gunung Kidul tersebut.

(TribunnewsBogor.com/TribunKaltim.co)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved