Breaking News:

Hari Ketiga, Petugas Damkar Masih Berjibaku Memadamkan Api di Lokasi Kebakaran Gunungputri Bogor

Sejak kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (19/4/2021) lalu, sementara api belum benar-benar padam.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Memasuki hari ketiga, petugas pemadam kebakaran (damkar) masih berjibaku memadamkan kebakaran limbah ban bekas di Jalan Raya Bojongnangka, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Memasuki hari ketiga, petugas pemadam kebakaran (damkar) masih berjibaku memadamkan kebakaran limbah ban bekas di Jalan Raya Bojongnangka, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Rabu (21/4/2021).

Sejak kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (19/4/2021) lalu, sementara api belum benar-benar padam.

Pantauan TribunnewsBogor.com, lokasi kebakaran tumpukan ban bekas ini berada di area lahan kosong yang ditumbuhi pepohonan.

Pepohonan dan ilalang yang tumbuh di lokasi turut hangus imbas kejadian ini.

Saat ini api tidak sebesar seperti kebakaran hari pertama, namun masih ada titik-titik api kecil tersebar di seluruh area kebakaran.

"Ini area yang terbakar luasnya sekitar 1 hektare lebih," ujar salah satu petugas pemadam kebakaran, Piton, kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (21/4/2021).

Memasuki hari ketiga, petugas pemadam kebakaran (damkar) masih berjibaku memadamkan kebakaran limbah ban bekas di Jalan Raya Bojongnangka, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Rabu (21/4/2021).
Memasuki hari ketiga, petugas pemadam kebakaran (damkar) masih berjibaku memadamkan kebakaran limbah ban bekas di Jalan Raya Bojongnangka, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Rabu (21/4/2021). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Di lokasi kebakaran terpantau tumpukan ban bekas ini sudah berubah menjadi tumpukan kawat ban setelah dilalap sijago merah.

Meski begitu, area tumpukan limbah ban yang sudah tak lagi dilalap api terpantau tetap menimbulkan asap yang membumbung diudara.

Petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api karena faktor angin yang terus berhembus ditambah material karet yang sulit dipadamkan saat terbakar.

"Mudah-mudahan sampai sore nanti apinya bisa diperkecil lagi," ungkapnya.

Diketahui, kebakaran tumpukan limbah ban bekas ini mulai terjadi pada Senin (19/4/2021) petang lalu dan beruntung tak ada korban jiwa.

Menurut pihak kepolisian, api mulai membakar tumpukan ban pasca adanya sambaran petir yang membakar pepohonan di area tersebut.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved