Breaking News:

Ramadan 2021

Sederet Hal yang Dapat Membatalkan Puasa dan Kerap Dilupakan saat Berpuasa

Setiap kita perlu mendalami keilmuan berpuasa sebelum berpuasa. Di antara yang sering dilupakan adalah mengetahui rukun dan syaratnya.

TribunnewsBogor.com
Ustaz M. Farid Firdaus S.Pd.I, Anggota Komisi Fatwa MUI Kabupaten Bogor sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Ma'arif Kemang Bogor. 

Penulis: Ustaz M. Farid Firdaus S.Pd.I, Anggota Komisi Fatwa MUI Kabupaten Bogor juga Pengasuh Ponpes Darul Ma'arif Kemang Bogor

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebelum kita menjalankan ibadah, apalagi puasa yang termasuk sebagai ibadah mahdoh yang murni karena perintah langsung dari Allah SWT, ada ilmu yang perlu diketahui.

Di dalam kitab Zubad dijelaskan, siapa orang yang beribadah atau beramal tanpa ilmu maka ibadahnya dianggap kosong.

Oleh karena itu setiap kita perlu mendalami keilmuan berpuasa sebelum berpuasa. Di antara yang sering dilupakan adalah mengetahui rukun dan syaratnya.

Paling sering dilupakan adalah niat. Karena niat menjadi rukun ibadah. Berangkat dari hadits nabi, "Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya." Niat dipahami berdasar syariat, yaitu qoshdu asy-syaii muqtarinan bifi'lihi (menyengaja sesuatu yang berbarengan dengan pekerjaannya).

Berkaitan dengan puasa, karena pengertian puasa adalah yang dimulai terbitnya fajar sidik dan terbenamnya matahari, maka puasa dimulai dari fajar sidik. Fajar sidik ini diukurnya sulit sekali.

Oleh karena itu para ulama memberikan keringanan dan kemudahan, bahwa niat untuk puasa wajib dilakukan di malam hari. Seperti puasa Ramadan. Walaupun keluar dari pengertian niat tadi.

Selain niat, rukun puasa lainnya adalah menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa. Hal-hal yang membatalkan puasa bisa diperinci di antaranya menjaga dari makan, minum, menyengaja muntah, dan hubungan suami istri. Ini semua harus dihindari.

Disadari atau tidak, masih banyak masyarakat mengucapkan niat puasa Ramadan di siang hari. Berbeda dengan puasa sunnah, di mana niatnya bisa siang hari sebelum waktu Zuhur.

Misalnya, kita dari pagi belum makan sampai jam sembilan, kemudian kita niat puas sunnah maka sah.

Halaman
12
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved