Breaking News:

Soal larangan Mudik, Pengusaha Bus Tetap Dukung Pemerintah Tekan Penyebaran Covid-19

Pemerintah pusat mengeluarkan aturan pengetatan mudik lebaraan pada priode 22 April 2021 hingga 5 Mei 2021.

istimewa
Ilustrasi - Bus Lorena dan Karina angkut penumpang mudik 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com,  Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGORCOM, BOGOR TIMUR - Pemerintah pusat mengeluarkan aturan pengetatan mudik lebaraan pada priode 22 April 2021 hingga 5 Mei 2021.

Pada masa tersebut berlaku larangan mudik dari tanggal 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.

Aturan larangan mudik pada priode 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 dirasa sangat memberatkan pengusaha bus dan para awak bus serta crew bus.

Namun meski dirasa berat karena harus mengalami masa yang sama selama dua kali yakni pada tahun 2020 dan 2021, pengusaha bus tetap mendukung langkah pemerintah untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19.

Satu diantaranya adalah moda transportasi Lorena Karina yang sudah merasakan hal yang sama pada tahun 2020 dan 2021 tahun ini.

Managing Director Lorena dan Karina Dwi Rianta Soerbakti, MBA mengaku memahami bahwa kebijakan pemerintah tentu dibuat dengan pertimbangan matang dan bertujuan untuk kebaikan.

Ilustrasi -- Bus Lorena angkut penumpang mudik
Ilustrasi -- Bus Lorena angkut penumpang mudik (istimewa)

Meski menjadi sangat berat bagi para pengelola moda transportasi yang sudah mengalami masa surut sejak maret 2020 namun menurut Dwi Rianta masih ada optimisme dan sinyal positif dari kebijakan larangan mudik tersebut.

"Tahun ini saya rasa masih ada kebijakan dari pemerintah yang positif dari sisi kami yaitu pelarangan mudik selama kurang lebih 11- 12 hari saja, sebelum dan sesudah itu msh bisa dengan prokes yang ketat," ujarnya saat dihubungi TribunnewaBogor.com Jumat (23/4/2021).

Para pengelola bus juga berharap sebelum periode pelarangan mudik tersebut akan terjadi kenaikan demand.

Sehingga pihaknya akan meningkatkan jumlah bis yang beroperasi.

"Disisi lain juga strategi yamg kami lakukan masih sama yaitu efisiensi di segala lini, rute analisis yang ketat dan up to date utk meminimalisir kerugian," katanya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved