Breaking News:

Fadli Zon Pertanyakan Isu Reshuffle yang Begitu Dekat : Apa Ada Sesuatu yang Salah?

Menurutnya reshuffle yang sangat berdekatan justru akan memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak.

Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Fadli Zon. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon angkat bicara mengenai isu reshuffle yang terus dibicarakan dalam beberapa pekan terakhir.

Fadli mempertanyakan mengapa jarak reshuffle sangat dekat dengan reshuffle yang dilakukan terakhir kali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya reshuffle yang sangat berdekatan justru akan memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak.

"Nah itu kan baru beberapa bulan. Apakah ada sesuatu yang salah dalam jangka waktu yang sangat pendek dalam waktu hanya waktu April-Mei? Ini masih kurang dari enam bulan," ujar Fadli, dalam diskusi daring bertajuk 'Jangan Pegel Nunggu Reshuffle', Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: Prabowo hingga Mahfud MD, Daftar Menteri Berkinerja Baik, Lolos dari Isu Reshuffle Kabinet Jokowi?

Di sisi lain, Fadli menyoroti pula banyaknya yang mengisi posisi menteri. Berdasarkan undang-undang, jumlah menteri dibatasi sebanyak 34 orang.

Namun, lanjut Fadli, dalam praktiknya saat ini selain para menteri yang didapuk membantu presiden, juga masih ada jabatan wakil menteri.

"Jadi menteri ini sudah cukup banyak, jika ditambah badan-badan kalau dihitung-hitung 100 menteri juga. Walaupun dibatasi 34 menteri," jelas Fadli.

Lebih lanjut, dia juga menilai reshuffle harus dilakukan di sektor yang tepat dan memang dibutuhkan.

Menurut dia, Jokowi seharusnya fokus dan memprioritaskan pada sektor penanganan masalah ekonomi dan kesehatan.

"Kalau menurut saya masalah itu ekonomi dan kesehatan. Kalau ada yang lain-lain mestinya dipikirkan dahulu melakukan intervensi, jadi jangan mencoba-coba cari orang yang profesional di bidangnya dan juga tergantung pada partai politik," tandasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved