Menilik Koleksi Bersejarah di Museum Perjuangan Bogor, Lengkap Tersimpan Rapi
Museum yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ini masih berjuang untuk eksis agar tidak terlupakan.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - “Meskipun langit runtuh, museum akan tetap utuh!,“ begitulah ujar Pak Beni, pengurus Museum Perjuangan Bogor yang masih dan selalu menanti pengunjung setiap harinya.
Warga Bogor pasti sudah tidak asing dengan museum bersejarah yang menyimpan banyak sekali aset-aset perjuangan masa lampau ini.
Meski sepi pengunjung, museum yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ini masih berjuang untuk eksis agar tidak terlupakan.
Museum Perjuangan Bogor menyimpan benda-benda asli bekas pertempuran yang terjadi di daerah Karasidenan Bogor yang juga meliputi daerah Sukabumi, Cianjur dan Depok.
Mulai dari senjata api hasil rampasan tentara dari Belanda, Jepang dan Inggris, senjata pusaka seperti keris, hingga pakaian-pakaian bekas para pejuang.
Benda bersejarah lainnya yang turut terarsip adalah potongan-potongan surat kabar, mata uang, dan foto-foto para pejuang yang berjuang di daerah Karasidenan Bogor.
Selain benda bersejarah, terdapat beberapa diorama pertempuran yang terjadi di daerah Karasidenan Bogor dalam kurun waktu 1945-1950.
Sebelum pandemi melanda, Pak Beni mengaku rata-rata pengunjung yang datang merupakan anak sekolah dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas sekolah saja.
Jarang sekali ada pengunjung yang datang dengan tujuan murni untuk mengenal sejarah perjuangan Bogor.
Padahal berdirinya Museum Perjuangan Bogor pada 10 November 1957 didasari oleh niat pelestarian semangat juang para pejuang di masa lampau agar dapat selalu diingat generasi muda sekarang.
Selain sepinya pengunjung, keadaan Museum Perjuangan Bogor saat ini pun cukup memprihatinkan.
Beberapa bagian atap terlihat lapuk, etalase diorama yang dipenuhi sarang laba-laba dan lampu penerangan yang terpaksa dimatikan jika tidak ada pengunjung, demi menghemat biaya tagihan listrik.
Sepanjang masa pandemi, Museum Perjuangan Bogor mendapatkan sedikit sekali pemasukan.
Pemasukan yang didapat hanyalah dari sumbangan peduli museum dari pengunjung saja.
“Lebih banyak dukanya ya daripada sukanya, tapi tak apa lah, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan untuk generasi penerus,” ujar Pak Beni.
Pak Beni pun menghimbau kepada masyarakat akan pentingnya mengenal dan mempelajari sejarah secara umum maupun secara khusus, termasuk sejarah perjuangan Bogor.
“Padahal sejarah adalah merupakan suatu pondasi, tidak mungkin ada seperti kita ini, seperti sekarang ini, kalau tidak ada pejuang pada saat itu,” tandasnya.
(Fathur Novriantomo/Program Studi Komunikasi SV IPB)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/museum-perjuangan-di-jalan-merdeka-kecamatan-bogor-tengah-kota-bogor.jpg)