Breaking News:

FAKTA Siswa SD Tewas Usai Makan Sate dari Wanita Misterius, Kakak Selamat Setelah Lakukan Ini

Jajaran Polsek Sewon berkoordinasi dengan Polsek Umbulharjo yakni berkaitan dengan lokasi Bandiman menerima makanan tersebut.

Penulis: khairunnisa | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Ilustrasi Sate 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Heboh kasus seorang anak driver ojek online (ojol), NFP (8) meninggal dunia usai makan sate ayam kiriman wanita misterius.

Kasus kematian NFP akibat sate dari wanita misterius itu pun kini sedang diselidiki polisi.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas, kejadian nahas itu terjadi di Yogyakarta.

Korban, NFP adalah putra kedua dari Bandiman (36), warga Salakan Kelurahan Bangunharjo Kapanewon Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Tak cuma NFP, istri Bandiman, Titik Rini (33) juga turut menjadi korban akibat sate misterius tersebut.

Namun, nyawa Titik Rini masih terselamatkan.

Kini, Titik Rini masih menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit.

Baca juga: Trainer Gym di Surabaya Tusuk Member hingga Tewas, Dendam Dibully Bukan Lelaki Jantan

Baca juga: Cara Daftar Kartu Prakerja, Pendaftaran Gelombang 17 Segera Dibuka, Login www.prakerja.go.id

Awal Mula Kasus

Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto, mengatakan ayah korban, Bandiman yang membawa sate tersebut.

Sebelum membawa sate tersebut pulang ke rumah, Bandiman yang berprofesi sebagai ojek online menerima pesanan offline.

Bandiman mendapat order mengantar dua bungkus sate ayam atas nama Hamid dari seorang wanita di sebuah masjid di sekitar Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta.

"Tukang ojek ini tidak menanyakan identitas pengirim. Perempuan, tetapi diatasnamakan Hamid," kata Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto.

Diminta mengantarkan sate ke seseorang, Bandiman diberikan biaya lebih oleh sang wanita misterius.

"Jadi Bandiman mendapat pesanan offline. Di daerah Gayam, Kota Yogyakarta ada seorang perempuan yang datang minta untuk mengantarkan makanan secara offline. Biaya Rp25.000, tetapi oleh perempuan itu diberi Rp30.000,"katanya, Senin (26/04/2021).

Tanpa pikir panjang, Bandiman langsung mengantarkan makanan tersebut ke Kalurhan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan.

Sesampainya di alamat tujuan, Bandiman menelpon Tomy yang merupakan penerima makanan tersebut.

Namun saat ditelepon, Tomy sedang berada di luar kota.

Ojek Online
Ojek Online (Tribunnews.com)

Tomy juga tidak mengenal sosok pengirim, sehingga makanan tersebut diberikan kepada Bandiman.

Sesampainya di rumah, isterinya bernama Titik Rini dan NFP kemudian membuka paket sate bakar yang dibawa oleh Bandiman.

Bandiman, beserta istri dan NFP kemudian memakan sate tersebut.

Baca juga: Kondisi Terkini Covid-19 di India, Kematian Melonjak, Jalanan Penuh Tumpukan Kayu Pembakaran Mayat

Baca juga: Kakek Tega Setubuhi Orang Dekatnya Sampai 30 Kali, Korban Kini Hamil 6 Bulan

Tak berselang lama, NFP yang memakan begitu lahap mengeluhkan rasa sate yang pahit.

"Pas saya makan itu gak apa-apa. Ternyata racunnya itu ditaruh dibumbunya. Anak saya bilang bumbunya pahit.

"Dia lalu ke dapur dan sudah muntah-muntah. Istri juga muntah-muntah. Pas tak pastikan anak saya sudah tidak sadarkan diri," jelasnya.

"Makanan tersebut dinikmati oleh istrinya dan kedua anaknya, termasuk korban. Pak Bandiman sama anaknya yang pertama makan dua tusuk sate ayam, tetapi tidak terjadi masalah,"terangnya.

"Berdasarkan keterangan bapaknya (Bandiman), ibuknya sama anaknya yang kedua yang meninggal itu makan dengan bumbu sate. Kalau yang bapaknya sama anak pertama tidak pakai bumbu. Lha anak dan istrinya itu merasa pahit sekali, kemudian muntah-muntah, terus jatuh, lalu dibawa ke rumah sakit,"lanjutnya.

Karena panik Bandi kemudian membawa putranya ke rumah sakit terdekat.

Sayangnya, NFP sudah tak tertolong lagi.

"Sudah meninggal pas perjalanan ke rumah sakit. Tapi hasil pemeriksaan di laboratorium itu katanya racunnya lebih kuat dari racun pupuk pertanian," pungkasnya.

Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul
Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus Paket Sate Bakar di Bantul (Dok Polsek Sewon)

Diselidiki Polisi

Jajaran Polsek Sewon berkoordinasi dengan Polsek Umbulharjo yakni berkaitan dengan lokasi Bandiman menerima makanan tersebut.

"Kami belum bisa memastikan (makanan mengandung racun), biar dokter. Sisa makanan sudah kami amankan dan diperiksa, diuji dulu. Hari ini petugas bersama puskemas melakukan olah TKP. Kami koordinasi dengan Polsek Umbulharjo,"ungkapnya.

Terkait dugaan pembunuhan, pihaknya juga enggan berkomentar.

Saat ini, pihaknya masih fokus melakukan penyelidikan.

Pun dengan bumbu sate yang dicurigai mengandung racun.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah bumbu sate yang dikonsumsi korban mengandung racun atau tidak.

Sebab pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan makanan.

Ilustrasi sate
Ilustrasi sate (TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah)

Komentar Dokter

Menanggapi kasus itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DIY, dr Joko Murdiyanto belum berani berkomentar lebih jauh soal indikasi kandungan racun di makanan.

“Perlu dicek di laboratorium, saya enggak berani berkomentar, ini kasus yang sensitif. Tugas polisi mengamankan itu, cek di laboratorium bahan-bahannya,” ungkap Joko kepada Tribunjogja.com, Senin (26/4/2021).

Selain itu untuk mengetahui kandungan apa di dalam makan atau jenis racun apa perlu pemeriksaan pada korban serta hasil uji sampel dari sisa makanan.

(TribunJogja.com, Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved