Breaking News:

Tawuran Perang Sarung

Perang Sarung di Bogor Makan Korban, 3 Luka Berat, 8 Remaja Jadi Tersangka

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Ermawan menjelaskan bahwa satu orang korban sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pelaku perang sarung diamankan Polresta Bogor Kota 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Tiga orang remaja berinisial MR, ZR ZRA, menjadi korban sabetan senjata tajam setelah terlibat perang sarung di Jalan Sholeh Iskandar sekitar pukul 02.30 WIB, pada 24 April 2021 beberapa hari lalu.

Akibatnya MR mengalami luka sabetan di tangan, ZR mengalami luka di tubuh, dan ZRA mengalami luka di kaki.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Ermawan menjelaskan bahwa satu orang korban sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Dari peristiwa itu polisi mengamankan 14 orang pelaku tawuran dan delapan diantaranya ditetapkan sebagai tersangka yakni RR, EF, RA, MF, NAZA, FRP, RDS, MS.

"kita amankan para tersangka ini kurang dari 1×24 jam, kita amankan di beberapa lokasi, sebenenarya ad 14 orang tapi yang kami tetapkan sebagai rersangka hanya delapan orang, lima orang diantaranya masih di bawah umur," katanya.

Peristiwa itu bermula ketika dua kelompok dari wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor janjian untuk melakukan perang sarung sekitar pukul 02.30 WIB pada (24/4/2021).

Saat kedua kelompok itu bertemu salah satu kelompok langsung melakukan penyerangan.

Tak diduga awalnya yang hanya janjian perang sarung, rupanya kelompok yang melakukan penyerangan membawa senjata tajam.

"Ada hampir lima orang bawa sajam,  akhirnya tiga orang luka berat saat ini satu masih di rumah sakit," katanya.

Tak lama setelah peristiwa itu terjadi delapan 14 orang tersangka diamnkan dan delapan orang ditetapkan sebagai tersangka lantaran diketahui menjadi pemilik senjata tajam dan pelaku penyerangan.

Dari tangan para tersangka polisi mengamankan tiga golok tramontina, dua buah sarung, satu bambu warna coklat terdapat bercak darah, satu gulungan lilitan kain warna putih bertali.

"Para pelaku ini dikenakan pasal perbuatan tersebut para pelaku kekerasan terhadap anak atau pengeroyokan dan senjata tajam tanpa ijin,"

Dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved